Monwnews.com, Pasuruan – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo turun langsung meninjau proses perbaikan dan normalisasi Sungai Petung di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Selasa (27/1/2026).

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan percepatan penanganan banjir pascagenangan yang melanda sejumlah wilayah akibat sedimentasi dan kerusakan tebing sungai.
Emil menegaskan normalisasi Sungai Petung menjadi prioritas menyusul banjir pada 20 Januari 2026 yang sempat menggenangi permukiman warga hingga sekitar 40 sentimeter. Banjir juga merendam jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 400 meter di wilayah Desa Blandongan dan Desa Sekarputih.
“Penanganan ini menyangkut keselamatan warga. Kami percepat normalisasi, tetapi yang terpenting memastikan sungai kembali berfungsi optimal agar banjir tidak terus berulang,” ujar Emil.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan normalisasi menggunakan alat berat tipe long boom dan standar. Sungai Petung memiliki lebar rata-rata sekitar 15 meter. Pekerjaan dimulai dari hulu jembatan dengan pengangkatan sedimentasi, lalu berlanjut secara bertahap ke arah hulu. Material hasil galian ditempatkan di tepi kiri sungai dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 20 hari kalender.
Dalam kesempatan tersebut, Emil mengapresiasi koordinasi lintas pihak yang berjalan solid. Ia menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PUSDA Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Pasuruan mempercepat penanganan banjir di kawasan Sungai Petung.
“Sepanjang Sungai Petung terdapat sekitar empat kilometer titik rawan banjir akibat penyempitan dan sedimentasi. Segmen yang saat ini kami tangani menjadi prioritas dalam satu bulan sejak 20 Januari,” kata Emil.
Selain normalisasi sungai, Emil juga meninjau rencana penanganan tebing sungai yang mengalami longsor. Data lapangan menunjukkan longsor tebing sepanjang 9–10 meter dengan tinggi sekitar 4 meter, serta kerusakan parapet sepanjang 10 meter dengan tinggi 1,2 meter.
Pemerintah akan menangani kerusakan tebing dengan pasangan bronjong secara swakelola, sementara perbaikan parapet menggunakan pasangan batu. UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Welang Pekalen melaksanakan seluruh tahapan pekerjaan tersebut.
“Kami memastikan penanganan tebing dan parapet berjalan cepat dan tepat. Penguatan struktur sungai mencakup sekitar 300 meter di sisi selatan dan 680 meter di sisi utara. Struktur sungai yang kuat menjadi kunci menjaga keamanan aliran air dan keselamatan warga,” tegas Emil.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan Pemerintah Kota Pasuruan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pemangku kepentingan terkait agar normalisasi Sungai Petung berjalan lancar.
“Penanganan sungai ini menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian banjir di Kota Pasuruan, terutama pada titik-titik rawan saat curah hujan tinggi,” ujar Adi. (Rha/Red)












