Monwnews.com, Malang – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang di sepanjang Mei 2026 berfokus pada rencana-encana strategis.
Di antaranya adalah penggabungan 23 Kampung Tematik menjadi kawasan wisata terintegrasi, respons cepat terhadap insiden di Kayutangan Heritage, hingga pembinaan talenta muda di bidang olahraga.
”Kami fokuskan untuk penguatan dan pengembangan ikon-ikon wisata yang ada di Kota Malang, termasuk keolahragaan,” ujar Kadisporapar Kota Malang, Baihaqi, S.Pd., S.E., M.Si., CGCAE., Jumat (29/05/2026).
Terkait perihal tersebut, fokus utama Disporapar Kota Malang sepanjang Mei 2026 adalah integrasi kawasan wisata dan Kampung Tematik. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Disporapar telah menyiapkan beberapa skenario pengembangan pariwisata dengan menggabungkan 23 Kampung Tematik di Kota Malang ke dalam skema kawasan wisata terintegrasi.
Langkah ini ditujukan untuk memaksimalkan daya tarik wisatawan dengan menata alur destinasi yang lebih strategis.
”Termasuk kami merespons cepat aduan Kayutangan Heritage. Disporapar langsung turun tangan memberikan respons dan evaluasi terhadap keluhan wisatawan mengenai sikap petugas loket di kawasan Kayutangan Heritage yang dinilai kurang ramah dan sempat viral di media sosial,” terang Baihaqi.
Selain itu, Disporapar juga memberikan dukungan penuh pada ajang olahraga mahasiswa. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, telah membuka dan mendukung penyelenggaraan National Collegiate Futsal Series (NCFS) 2026 Regional Malang di GOR Ken Arok.
Menurut Baihaqi, ajang ini dinilai sebagai langkah strategis di bidang olahraga untuk menjaring bibit atlet muda berprestasi. (galih)












