Sri Untari Sambut Kedatangan Mbak Puan Maharani di Kantor Kopwan SBW, Dalam Kunjungan Kerja ke Kota Malang

Ketua Koperasi SBW, Sri Untari nampak menyambut kedatangan Mbak Puan Maharani di Kantor Kopwan SBW, Sabtu (20/10/2024)

Monwnews.com, Malang – Kunjungan Kerja ke daerah Kota Malang, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani ke Kantor Kopwan- Koperasi Wanita SBW (Setia Budi Wanita) di Arjosari, disambut hangat oleh Dr. Sri Untari, M.AP selaku Pimpinan Tinggi Koperasi SBW, Sabtu (20/10/2024).

Kedatangan Mbak Puan disertai rombongan, yakni Wakil Ketua MPR RI Dr.Ahmad Basarah dan anggota DPR RI, Dra. Sri Rahayu, Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M dan Kris Dayanti.

Berada di aula kantor SBW, membuka sambutan awal, Sri Untari disamping Mbak Puan menyampaikan historis keberadaan berdirinya koperasi wanita di Malang Raya, termasuk keberadaan anggota Assosiasi KOMARA (Koperasi Malang Raya) yang semua pengurusnya adalah wanita di setiap wilayah.

Ketua Umum Koperasi SBW, Sri Untari mengatakan, bahwa dalam kegiatan Sarasehan dan Temu Dulur Perempuan Koperasi se-Malang Raya itu menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku koperasi.

“Para perempuan koperasi berkumpul untuk bertemu Mbak Puan, dalam rangka menjalin silaturohmi sekaligus menyampaikan keluhannya terkait koperasi,” ujar Sri Untari.

Salah satu keresahan yang dijelaskan Sri Untari kepada Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani adalah menyangkut Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah No 8 Tahun 2023, tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

Dimana dalam ketentuan yang ada pada peraturan tersebut, adalah tentang penyertaan modal awal untuk Koperasi Simpan Pinjam dalam bentuk tabungan minimal sebesar 500 juta. Sehingga hal tersebut akan memberatkan koperasi yang skala kecil.

“Persaingan harusnya setara, dengan modal rakyat kecil, pastinya akan tergilas oleh pemodal yang besar,” sambung Untari tentang skema pinjaman.

“Dan jika ketentuan tersebut dilaksanakan, tentunya koperasi wanita lambat laun eksistensinya akan hilang dari peredaran. Harapan kami dalam pertemuan sarasehan ini, bisa jadi bagian negara hadir melindungi koperasi,” tegas Untari yang dijuluki Srikandi Koperasi.

Terkait hal itu, Puan Maharani menyatakan, bahwa DPR RI akan berbicara dengan kementerian terkait, agar koperasi skala kecil tetap terjaga, dan perlunya ada kolaborasi antara koperasi dengan program pemerintah. Dengan tetap dijiwài semangat gotong royong dalam pelaksanaannya.

“Satu sisi sepertinya program yang telah dijalankan pemerintah menghasilkan unsur kebaikan dimasyarakat, namun berharap tidak boleh mematikan dan merugikan pada koperasi lain yang telah berdiri sebelumnya,” tutur Mbak Puan Maharani.

Sarasehan dilanjut dengan sesi tanya, sebagai perwujudan aspirasi yang dibatasi dengan tiga penanya ditujukan kepada Ketua DPR RI.

Dan untuk ketiga penanya dalam ruangan tersebut, semua terkait untuk keberlangsungan keberadaan koperasi skala kecil yang berkembang di wilayah Malang Raya. Yang telah dijawab dengan runtun oleh Mbak Puan Maharani sebagai aspirasi yang akan dibicarakan di legislatif DPR RI di Senayan Jakarta.

Selanjutnya acara dilanjut dengan sesi hiburan yang dilagukan oleh Kris Dayanti, yang sebelumnya dilakukan penyerahan sovenir dalam bentuk dua buku yang diserahkan oleh Ketua Umum SBW, Sri Untari serta pelepasan kain hitam penutup sebuah lukisan bergambar Puan Maharani, dan penulisan pada prasasti oleh Puan Maharani yang telah disiapkan pihak panitia.

Selanjutnya, Mbak Puan berpamit pada audiens sekitar 500 orang anggota koperasi wanita, dimana mereka juga menyempatkan berfoto selfie bersama Ketua DPR RI.

Setelah itu, Mbak Puan melanjutkan Kunjungan Kerjanya ketempat lain, ada sekitar 6 titik yang akan dikunjungi, termasuk kunjungan ke para difabel dan dialog bersama Pengusaha Rokok se-Malang Raya di Mercure Hotel, dan berakhir kunjungan kerjanya ke Kayutangan Heritage ,ngopi bersama dan menyapa masyarakat Kota Malang pada petang hari. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *