Di bawah pohon yang rindang,
Seorang lelaki duduk di batu, menunggu yang akan datang :
Jika kau datang memegang pedang dan aku memegang pedang,
sepertinya kita akan bicara pembagian atau saling memusnahkan
Jika kau datang dengan tangan kosong
dan aku datang dengan tangan kosong,
itulah yang sebaik-baiknya kita bicara dengan pikiran
Tetapi jika kau menggenggam pedang sementara aku hanya tangan kosong,
maka sekejap hidupku yang akan engkau genggam
Hukum, aturan dan moralitas hanya ada jika ada kesetaraan
Kenyataan pahit di dunia ini adalah ketika uang yang bicara
kebenaran mendadak bisu
Ilmu pengetahuan dan agama hanya menjadi alat pembenaran
Mereka yang membuat aturan seringkali menjadi orang pertama yang melanggarnya
Aturan adalah belenggu bagi yang lemah
dan menjadi alat bagi yang kuat
Padahal alam selalu cukup menyediakan kebutuhan manusia untuk hidup
Tapi mengapa segala sesuatu yang baik harus diperjuangkan dengan darah
Yang perkasa akan saling bersaing untuk menguasai sumber daya
Sementara yang lemah hanya bisa duduk termangu di pinggiran,
tunduk membungkuk menunggu jika ada tetes belas kasihan
Lalu malam pun tiba
Lelaki itu tertidur di atas bebatuan
Menemui pagi
Menyaksikan keramaian yang terus berulang dari kejauhan













