Monwnews.com – Tiada kematian dalam makna simbolik maka banyak tradisi spiritual memakai bahasa kematian ego ataupun kematian diri lama sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih autentik/lebih dekat dengan Yang Mutlak tsb.
Disini, kematian adalah hanya perubahan wujud kesadaran, bukan lenyapnya eksistensi.
Menyatukan sains, teologi, dan serta spiritualitas. Dan serta Sains menjelaskan mekanisme dalam kompetisi sperma dan serta pertemuan dengan ovum , seleksi alamiah, fertilisasi, maupun perkembangan embrio selanjutnya.
Teologi memberi makna mengapa ada kehidupan, untuk apa, dan serta bagaimana hubungannya dengan Tuhan, moralitas, dan serta berikutnya berpindah tempat yang bernama akhirat ( alam barzah ).
Spiritualitas menginternalisasi bagaimana fakta ini mengubah cara hidup, bermasyarakat sebagai makhluk sosial, berkoloni, bersyukur, dan serta memaknai yang jadwal pasti dalam etape berikutnya kematian ataupun apa terserah para pencerah sahaja….heeem.
Dalam Suasana Ngopi, Ngemut,Ngudud Ing Rajajowas Caaah- 13/09/2026.












