Daerah  

Ketua DPC GANN Malang Raya, Sam TITO Apresiasi Gelaran Tari Gregah Taruna Nusantara di DOM UM Malang

Sam TITO (Dwi Indrotito Cahyono, S.H.) Ketua DPC GANN Malang Raya, berpose kepal tangan - gigih aktif melawan narkoba di lokasi acara di DOM UMM, Selasa (31/10/2023)

Monwnews.com, Malang – Masih dalam rangkaian menyambut Hari Sumpah Pemuda, Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Kota Malang, mengadakan acara gelaran tari kreasi karya PCTA Indonesia, yang diberi judul Gregah Taruna Nusantara. Acara tersebut berlangsung di DOM Universitas Muhamadiyah Malang, bekerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama dan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), Selasa (31/10/2023).

Selain penampilan seni tari, acara tersebut diisi dengan Orasi Kebangsaan oleh Prof. dr. Muhajir Effendy, M.AP. (Menko PMK) dan Romo Benny Susetyo Pr (Tenaga Ahli BPIP).

Turut hadir dalam undangan, rombongan anggota dengan uniform putih-coklat creame dari Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) DPC Malang Raya di lokasi acara, yang dipimpin oleh Sam TITO selaku Ketua DPC GANN Malang Raya.

Mendatangi dan melihat langsung jalannya acara seni tari kreasi Gregah Taruna Nusantara yang ditampilkan pihak panitia. Dirinya merasa senang dan mengapresiasinya.

Pasalnya, aksi seni tari tersebut merupakan perpaduan tradisional dan modern yang dikemas cukup apik dalam iringan musik, gerakan dan kostum yang dikenakan oleh para penarinya.

Kepada awak monwnews.com dari lokasi. Lewat kecepatan sellulernya, Sam TITO menyampaikan tanggapannya dalam perayaan Sumpah Pemuda ke-95 tahun, Generasi Muda Lintas Agama dan Kepercayaan yang berlangsung Selasa malam.

“Generasi muda adalah harapan bangsa Indonesia, ditangan pemudalah bangsa ini untuk lebih maju menuju kemakmuran, gemah ripah loh jinawi kedepannya. Sebagai pemuda yang gandrung dengan kerja keras, kerja cerdas dan tentunya harus menjadi pemuda yang bebas narkoba tentunya,” tutur Sam TITO selaku Ketua DPC GANN Malang Raya.

“Pemuda harus bersemangat terus menggali potensi diri dan berkreasi yang terbaik.Dan harus berfikir logis serta terbebas dari pengaruh narkoba,” tegas pria berkumis dan humble yang lekat dengan gerakan seruan anti narkoba itu.

Menurut Sam TITO yang berprofesi sebagai advokat nasional tersebut, bahwa perbedaan yang ada diri pemuda, mengenai status sosial, agama dan lain-lainnya adalah justru menjadi warna penguatan mempersatukan seluruh pemuda dalam berkreasi memberi dan melahirkan solusi untuk bangsa dan negara menuju bonus demografi 2045 mendatang. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *