Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu Kota Malang,Berharap Menempati Tempat Yang Strategis

MonWnews.Com, Malang – Acara Auduensi dan silaturohim Ikatan Pedagang WBT (Wisata Belanja Tugu) Kota Malang dengan pihak DPRD dihelat dilobi gedung dewan pada Senin malam (15/05/2023)

Dalam acara tersebut, pihak pedagang sempat mengeluarkan uneg-unegnya terkait tempat berdagang yang saat ini dirasakan kurang mendapat perhatian calon pembeli, dikarenakan berada dibelakang stadion Gajayana yang dianggap kurang strategis.

Keluhan pedagang tersebut langsung direspon dan ditanggapi oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika

Penyerahan vandel mewarnai acara, Senin (15/05/2023).

” Untuk tempat berdagang, nanti akan kami koordinasikan dengan beberapa pihak dinas terkait. Agar para pedagang Wisata Belanja Tugu bisa menempati lahan berdagang yang strategis, karena berkaitan dengan salah satu ikon ekonomi wisata belanja.” Ujar Ketua Dewan yang akrab dengan sebutan Bli Made malam itu

Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang WBT (Wisata Belanja Tugu), Meky Abdurahman dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Ketua DPRD kota Malang.

 

“Bisa menggunakan fasilitas tempat untuk acara seperti malam ini menunjukan, bahwa terbangun komunikatif antara rakyat dan wakil rakyat yang harmonis.” Ujar Meky

“Ini wujud kepedulian wakil rakyat pada warga sesuai kebutuhan.” Kata Meky

Sementara itu, dalam sambutan singkatnya, Ketua DPRD Kota Malang menekankan tentang wujud pelayanan sebagai wakil rakyat

“Kami dari 45 anggota dewan yang beraktifitas digedung rakyat ini, lebih mengedepankan unsur pelayanan terhadap kebutuhan publik.Itu yang utama. Penggunaan fasilitas gedung untuk kegiatan sosial kemasyarakatan adalah untuk mengikis habis persepsi diluar, agar gedung dewan bukanlah gedung yang angker, namun menjadikan gedung yang bernuansa kerakyatan dalam berbagai serapan aspirasi,seperti pada acara malam ini.” Tegas Bli Made.

Kembali kepada keinginan warga pedagang WBT, agar pihak Pemkot Malang memberikan ijin fasilitas tempat berdagang yang lebih strategis dan menguntungan.

Salah satu yang disampaikan dalam audiensi tersebut adalah sepinya pengunjung, sehingga dari hasil berdagang tidak sesuai dengan pemasukan yang dirasakan. Justru dagangan sepi pembeli dan lokasi sepi pengunjung. Sementara para pedagang tetap tertib membayar retribusi, ditambah ekstra pengeluaran sewa tenda. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *