Umum  

Gunung Dukono di Halmahera Utara Alami Erupsi, Semburkan Kolom Abu Warna Putih Tebal

Monwnews.com, Ternate – Gunung Dukono terletak di utara Pulau Halmahera, kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu (10/5/2023)

“Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Rabu, 10 Mei 2023, pukul 06:24 WIT tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7 mm dan durasi 32.4 detik”, jelas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM

Lebih lanjut PVMBG menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

Untuk itu PVMBG memberikan rekomendasi:

(1)Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

(2)Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Untuk diketahui, Gunung Dukono (1087 m dpl.) dengan kawah aktif Malupang-Warirang merupakan salah satu gunung api aktif dan sering meletus sampai saat ini, terletak di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Gunung api ini merupakan yang paling muda dan masih aktif di antara gunung api lainnya yang sudah tidak aktif yang tumbuh dalam suatu zona depresi vulkanik.

Gunung Dukono terdiri dari beberapa kawah berapi dengan aktivitas tinggi. Pada letusan pada tahun 1550, letusan lava mengisi selat di antara Pulau Halmahera dan lereng utara dari Gunung Mamuya. Letusannya mencapai skala 3 dari Volcanic Explosivity Index. Letusan kecil terjadi selama rentang waktu 1719, 1868, dan 1901.

Sejak 1933, Gunung Dukono terjadi letusan-letusan kecil secara berkelanjutan hingga saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *