DARI MITRA JADI TAWANAN: SAATNYA KITA LAWAN!

Oleh: Dodi Ilham

MANIFESTO GERAKAN OJOL REVOLUSIONER ALA TAN MALAKA
MANIFESTO GERAKAN OJOL REVOLUSIONER ALA TAN MALAKA

Pendahuluan

Kami, para pengemudi online—ojol, kurir, driver—sudah terlalu lama dijadikan “mitra” palsu. Di awal kami dijanjikan kebebasan, tapi sekarang kami hidup dari skema yang tidak adil: potongan besar, insentif tidak jelas, denda sepihak, dan algoritma yang memperbudak. Mirip seperti zaman Romusha di era Jepang, tapi sekarang penjajahnya pakai aplikasi.

Kalau Tan Malaka masih hidup hari ini, beliau pasti bilang:

“Ini bukan kemajuan. Ini eksploitasi digital!”

Kenapa Kita Harus Bangkit?

Dulu kita dibilang mitra. Sekarang kita seperti buruh tanpa hak.

Pendapatan makin kecil, tapi biaya hidup makin naik.

Aplikator seenaknya ubah skema dan potong penghasilan.

Tidak ada jaminan keselamatan, kesehatan, atau masa depan.Tan Malaka bilang: “Tidak ada kemerdekaan politik tanpa kemerdekaan ekonomi.” Artinya: kita tidak bisa hidup layak kalau terus dikendalikan oleh perusahaan yang hanya cari untung.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Kami bukan cuma mau demo, kami mau bangun kekuatan sendiri! Berikut ini langkah-langkahnya:

A. SADAR

Kita harus sadar kalau ini bukan cuma masalah insentif.

Ini adalah masalah sistem—kita dikurung oleh algoritma.

Aplikator adalah “penjajah digital” yang kendalikan hidup kita lewat data dan rating.

B. LAKU

Bentuk koperasi milik kita sendiri, bukan tempelan!

Bangun ekosistem aplikasi tandingan berbasis koperasi pekerja.

Jalankan pelatihan dan sertifikasi supaya kita bisa naik kelas dan tidak tergantung.

Bangun Koperasi Pekerja khusus Gig Economy: tempat berhimpun semua pengemudi, kurir, freelancer, dan pekerja digital lepas untuk lindungi hak dan masa depan kita bersama.

C. DAYA

Kita kumpulkan kekuatan bersama.

Buat sistem gotong royong untuk kesehatan, servis motor, hukum, pendidikan anak.

Bangun solidaritas di antara pengemudi dari semua platform.

D. HASIL

Kita bisa punya aplikasi sendiri.

Kita bisa punya perlindungan sosial sendiri.

Kita bisa jadi bos bagi diri sendiri, bukan budak aplikasi.

Arah Perjuangan: Dari Ojol Untuk Ojol

Tan Malaka percaya bahwa perubahan sejati hanya bisa datang dari rakyat sendiri, bukan dari elit.

Maka perjuangan kita akan diarahkan ke 5 HAL UTAMA:

KOPERASI PEKERJA DIGITAL: Dibangun dan dikendalikan oleh driver sendiri.

SERTIFIKASI KOMPETENSI: Supaya kita punya keahlian dan pengakuan formal.

APLIKASI TANDINGAN: Dikelola bareng oleh koperasi, tanpa potongan zalim.

PENDIDIKAN KESADARAN KELAS: Supaya kita tahu, kita bukan mitra, kita buruh.

AKSI BERSAMA TERORGANISASI: Tidak demo ugal-ugalan, tapi aksi yang terencana.

Seruan untuk Semua Pengemudi

Jangan mau dibodohi dengan istilah mitra!

Jangan mau dibius oleh bonus semu!

Jangan tunggu regulasi dari atas!

Saatnya bangun dari bawah, dari kita sendiri!

“Kalau bukan kita yang membebaskan diri kita sendiri, siapa lagi?”

Penutup: Kembali ke Semangat Tan Malaka

Tan Malaka dulu melawan penjajah dengan pena, pikiran, dan rakyat. Sekarang, kita bisa melawan dengan:

HP kita

Koperasi kita

Ilmu kita

Gotong royong kita

Karena seperti kata Tan Malaka:

“Revolusi adalah jalan satu-satunya, asal dilakukan dengan akal dan kekuatan rakyat.”

Bersatulah! Bangkitlah! Jangan tunggu dibebaskan, bebaskan dirimu sendiri!

TAGLINE:

MITRA DIGITAL? TIDAK! PEJUANG DIGITAL? YA!

Salam Revolusi Ojol!

#OjolBukanMitra #KoperasiDigital #TanMalakaBangkit #SatriaGati #GotongRoyongDigital #KoperasiPekerjaGigEconomy

Catatan seorang SPION, 1 Juni 2025 – di antara gedung-gedung bertingkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *