Daerah  

BEM FISIP Unair Audiensi dengan DPRD Surabaya Soal Nasib PKL Srikana Korban Gusur Pemkot

MonWnews.com, Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unair bersama para pedagang kaki lima (PKL) Jalan Srikana Gubeng melakukan audiensi dengan Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno, di Gedung DPRD Surabaya, Senin (13/3).

Forum audiensi tersebut dibuka oleh Presiden BEM FISIP Unair Aulia Thaariq Akbar dengan memaparkan kronologi mengenai permasalahan penggusuran PKL Jalan Srikana. Selain itu, dirinya juga menyampaikan mengenai permasalahan yang terjadi selama pihaknya melakukan proses advokasi terhadap PKL Srikana.

“Selama melakukan advokasi, kami juga mengalami beberapa tindakan represif dari Pemkot Surabaya yang diwakili oleh Camat Gubeng, atas nama Eko Kurniawan Pak. Kami mendapat umpatan hingga diusir dari kecamatan karena dianggap provokatif, padahal yang kami minta hanya kejelasan nasib kawan-kawan PKL Srikana,” ujar pria yang akrab disapa Atha.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Atha, Anas Karno mengaku siap untuk mengawal jalannya advokasi terhadap kawan-kawan PKL Srikana, agar nantinya korban penggusuran PKL Srikana mendapatkan haknya seperti yang dijanjikan oleh Pemkot Surabaya, atas nama Camat Gubeng.

Namun demikian, kata Atha, Anas Karno belum berani untuk menunjukan komitmen pengawalan dengan cara penandatanganan nota komitmen seperti yang diminta oleh BEM FISIP Unair terhadap Pemkot Surabaya. Meskipun demikian, Anas Karno berjanji akan segera mengadakan forum hearing dengan pihak-pihak yang memiliki wewenang terhadap kasus penggusuran ini.

“Percaya saja kepada saya dan tak perlu khawatir. Kalau teman-teman tidak percaya, silahkan kunjungi akun resmi YouTube saya, disana teman-teman bisa lihat waktu saya melakukan advokasi terhadap PKL sampai lawan Satpol PP,” ujar Anas Karno sembari menunjukan video dirinya menghadapi Satpol PP saat melakukan pendampingan terhadap PKL Jalan Anggrek.

Merespon hal tersebut, Atha menegaskan BEM FISIP Unair akan selalu senantiasa mengawal PKL Srikana agar mendapatkan apa yang menjadi haknya dan apa yang telah dijanjikan terhadap mereka oleh pihak-pihak manapun.

“Sebetulnya agak kecewa juga melihat respon berbagai pemangku kebijakan yang tidak berani menunjukan komitmennya melalui penandatanganan nota komitmen yang telah kami sediakan,” kata mahasiswa yang juga aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.

“Namun saya juga menyambut baik respon Pak Anas Karno yang memiliki niat baik untuk membersamai kami, BEM FISIP Unair untuk melakukan pengawalan agar kawan-kawan PKL Srikana,” ungkap Atha menyampaikan rasa optimismenya terhadap janji Anas Karno untuk membersamai advokasi PKL Srikana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *