Ukrania Serang Pakai Pesawat Tak Berawak, Rusia Siapkan Aksi Balasan

Monwnews.com, Rusia berjanji akan melakukan tindakan balasan terhadap Ukraina yang melakukan serangan yang membakar sebuah gudang yang diduga menyimpan amunisi di wilayah perbatasan Rusia-Ukraina, Minggu (7/7/2024).

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada lembaga penyiaran negara bahwa setelah serangan itu, Presiden Vladimir Putin menegaskan akan merespons. Ia mengatakan manuver ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Mereka, Amerika Serikat (AS) dan NATO, terus mengatakan bahwa mereka tidak berperang dengan Rusia. Ini bukanlah tindakan berani menghadapi situasi yang buruk” kata Lavrov pada kantor berita negara TASS, Senin (8/7/2024).

Sebelumnya, sebuah pesawat tak berawak Ukrania menyerang sebuah gudang yang diduga menjadi penyimpanan amunisi di Voronezh.

Gubernur Voronezh Aleksandr Gusev mengatakan secara rinci, serangan itu terjadi di Distrik Podgorensky.

“Beberapa UAV terdeteksi dan dihancurkan oleh pasukan pertahanan udara yang bertugas di wilayah Voronezh tadi malam. Kebakaran terjadi di sebuah gudang karena jatuhnya puing-puing mereka. Peledakan bahan peledak dimulai di distrik Podgorensky,” kata Gusev.

Gusev tidak mengidentifikasi pemukiman di mana serangan itu terjadi, namun mengatakan keadaan darurat telah diumumkan di sana. Tidak ada yang terluka dalam serangan itu, namun dua wanita lanjut usia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

“Layanan operasional, militer dan pejabat sedang bekerja di lokasi untuk menghilangkan keadaan darurat. Sejauh ini, sekitar 50 orang dari tiga pemukiman telah diangkut ke tempat penampungan sementara. Kami memberi mereka semua bantuan yang diperlukan,” tambahnya.

Sumber Ukraina sebagaimana dilansir CNBC mengatakan bahwa drone dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menargetkan gudang tersebut karena digunakan untuk memasok amunisi kepada pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.

“Musuh menyimpan rudal permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara, peluru untuk tank dan artileri, serta kotak amunisi untuk senjata api di area seluas 9.000 meter persegi,” kata sumber tersebut.

Ukraina dan Rusia memulai perang skala besar pada 24 Februari 2022.

Sejauh ini, Ukraina terus mendapatkan bantuan persenjataan dari anggota NATO. Rusia menyebut langkah ini adalah manuver yang justru memperburuk situasi dan tidak akan memberikan Ukrania keunggulan apapun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *