Sri Untari: Perayaan Maulid Nabi Mengandung Nilai Moral Yang Penting

Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.

Monwnews.com, Malang – Tokoh publik Jawa Timur yang cukup berpengaruh, Dr Sri Untari Bisowarno dalam memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW mengajak masyarakat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mengikuti semua sunnah dan suri tauladan junjungan besar Rosullulloh, Nabi Muhammad SAW.

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

“Di hari yang penuh berkah dan kerahmatan ini, mari kita perbanyak shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Semoga cinta dan tauladan Rosullulloh selalu menginspirasi kita dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Sri Untari yang baru saja melaksanakan syukuran sebagai anggota legislatif resmi, usai dirinya dilantik beberapa hari lalu.

Bulan Rabiul Awal, umat Muslim merayakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (SAW), atau biasa disebut dengan Maulid Nabi.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini jatuh pada Senin, 16 September 2024, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1446 Hijriah.

Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW mengandung berbagai nilai dan makna yang mendalam.

“Salah satunya adalah nilai spiritual, di mana ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW mencerminkan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap sosok yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ujar perempuan tangguh yang punya prinsip pada garis perjuangan itu, Senin (16/09/2024).

Menurutnya bahwa Peringatan Maulid Nabi menjadi momen istimewa dalam kalender Islam, yang didedikasikan untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting bagi umat Islam. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, juga menjadi momen untuk merefleksikan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW dan meneguhkan kembali komitmen umat dalam mengikuti jejak kehidupan dan nilai-nilai yang diajarkan beliau Nabi Muhammad SAW.

Perayaan Maulid Nabi juga mengandung nilai moral yang penting. “Dengan mempelajari akhlak terpuji dalam kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW, kita diingatkan untuk mempraktikkan sifat-sifat mulia yang beliau ajarkan,” pungkas Sri Untari. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *