Soal Mundurnya Maruarar Sirait dari PDIP, DR. Kristiya Kartika: Jangan Kaget dan Tak Perlu Dirisaukan

Perlu Didirikan Partai Satu Ideologi, Khususnya Marhaenisme Ajaran Bung Karno

Monwnews.com, Jakarta – Tokoh senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DR. Kristiya Kartika, M.Si., M.Kom. mengatakan keluarnya Maruarar Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan ikut bergabung dengan Jokowi tidak perlu dirisaukan.

Menurut Kristiya Kartika PDIP adalah fusi 5 partai, yaitu PNI (Partai Nasional Indonesia), PARKINDO (Partai Kristen Indonesia), IPKI (Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia), Partai MURBA (Partai Musyawarah Rakyat Banyak) dan Partai Katholik. Dimana masing-masing partai memiliki ideologi yang berbeda-beda.

“Jadi jangan kaget kalau seorang Maruarar Sirait chek out dari PDIP,” ujarnya kepada media ini melalui sambungan selullernya, Selasa (16/1/2024).

“Karena memang pasti memiliki perbedaan nilai-nilai dasar ideologis dengan kader-kader lainnya, khususnya yang berbeda partai,” sambung mantan Ketua Presidium GMNI era 90an ini.

Kristiya menambahkan, perlu antisipasi kreatif atas terbuktinya bahwa fusi partai-partai yang memiliki perbedaan ideologi, tidak akan bisa solid.

Karena, lanjutnya, secara ideologis ada perbedaan, bahkan ada kemungkinan pertentangan kepentingan.

“Oleh sebab itu perlu didirikan partai satu ideologi, khususnya Marhaenisme ajaran Bung Karno,” pungkasnya.

Diketahui, Maruarar Sirait resmi mengundurkan diri dari PDI Perjuangan pada hari Senin tanggal 15 Januari 2024. (dq)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *