Monwnews.com, Israel melanggar gencatan senjata dan menyerang hampir seluruh titik di kantong wilayah Gaza Palestina, Selasa (16/3/2025) dini hari.

Hingga berita diturunkan, serangan terbaru Israel tersebut menewaskan sedikitnya 326 orang.
Serangan ini diketahui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
PBB buka suara terkait serangan Israel ke Gaza. Kepala badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA), Philippe Lazzarini, telah mengeluarkan pernyataan tentang pemboman besar-besaran Israel itu.
“Pemandangan mengerikan warga sipil tewas di antara mereka anak-anak setelah gelombang pemboman besar-besaran dari Pasukan Israel semalam,” tulisnya di media sosial.
“Memicu ‘neraka di bumi’ dengan memulai kembali perang hanya akan membawa lebih banyak keputusasaan & penderitaan,” tambah Lazzarini.
“Kembali ke gencatan senjata adalah suatu keharusan.”
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku terkejut oleh serangan udara Israel yang kembali di Jalur Gaza. Ia meminta agar gencatan senjata dihormati kembali.
“Sekretaris Geeral terkejut dengan serangan udara Israel di Gaza… ia sangat mengimbau agar gencatan senjata dihormati, agar bantuan kemanusiaan tanpa hambatan diberikan kembali, dan agar para sandera yang tersisa dibebaskan tanpa syarat,” kata juru bicara PBB Rolando Gomez dalam jumpa pers.












