Republik Rwanda Tertarik Untuk Belajar dari Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan di Sektor Pertambangan

Duta Besar Republik Rwanda Sheikh Abdul Karim Harelimana (foto: antara)

Monwnews.com, Jakarta – Duta Besar Republik Rwanda Sheikh Abdul Karim Harelimana menyampaikan ketertarikan untuk belajar dari upaya yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi tantangan-tantangan di sektor pertambangan.

“Ada tantangan. Dan Indonesia, menurut saya, sedang belajar menyelesaikannya dengan cara yang mungkin perlu dipelajari Rwanda,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Antara, Jakarta, Kamis (22/8/2024)

Ia mengatakan kekayaan alam Indonesia memungkinkan Indonesia untuk memiliki banyak hasil tambang seperti emas, nikel, tembaga, batu bara, dan lain sebagainya.

Kekayaan hasil tambang semacam itu, katanya, juga dapat ditemukan di Rwanda dan negara-negara Afrika lainnya.

Perbedaannya adalah bahwa Indonesia memutuskan untuk mengelola hasil tambangnya sendiri di dalam negeri dan menjual produk tambangnya dalam bentuk bahan baku setengah jadi atau sudah jadi.

“Indonesia mengambil keputusan yang tepat untuk mengubah mineralnya di dalam negeri,” ucapnya.

Keputusan semacam itu, menurutnya, merupakan keputusan yang tepat karena Indonesia bisa mengalami kerugian besar jika menjual hasil tambangnya mentah-mentah.

“Ketika mereka mencoba memurnikannya di dalam mesin, mereka tidak hanya akan menemukan nikel di sana. Ada beberapa mineral lain yang mungkin mereka sebut residu. Tetapi residu itu juga mineral yang akan mereka jual, atau akan mereka ubah menjadi barang lainnya,” tuturnya.

“Keputusan yang diambil Indonesia adalah keputusan yang sangat baik. Jadi, Rwanda dan Afrika bisa belajar dari hal ini,” sambungnya.

“Saya tahu bahwa Indonesia mungkin menghadapi tekanan dari mana-mana. Tetapi, begitu Anda memiliki para pembuat kebijakan yang teguh, Anda hanya perlu melanjutkan apa yang menurut Anda benar bagi rakyat Anda. Dan inilah yang dilakukan Indonesia,” ujar Dubes Harelimana lebih lanjut.

Dengan demikian, ia berharap banyak negara di Afrika juga akan belajar dari hal tersebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *