Rangkaian Hoax Bikin Bentrokan dan Kerusuhan Berbau Rasial di Inggris Makin Membara

Monwnews.com, Kerusuhan di Inggris semakin memanas akibat gelombang unjuk rasa kelompok sayap kanan yang terus menyerang imigran setelah terjadi penusukan pada tiga anak kecil beberapa waktu lalu.

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Kelompok sayap kanandisebut telah merencanakan demonstrasi di lebih dari 30 lokasi yang berkaitan dengan pengungsi asing dan imigran seperti di tempat pencari suaka, dimana hal ini membuat pihak kepolisian Inggris pada Rabu (7/8/2024) menyatakan bersiap menghadapi potensi lebih banyak lagi bentrokan.,

Hal ini bisa dilihat dari unggahan aplikasi perpesanan Telegram yang bocor ke media sebagaimana dilansir AFP yang menyatakan: “Kelompok sayap kanan telah merencanakan demonstrasi di lebih dari 30 lokasi, dengan pengacara imigrasi dan gedung-gedung yang menampung pencari suaka ditetapkan sebagai target utama,”

Pemerintah mengatakan 6.000 polisi spesialis sedang dipersiapkan untuk menangani kondisi kekacauan ini. Sejauh ini, ratusan orang ditangkap dan lebih dari 100 orang didakwa.

Bentrokan yang makin membara dan meluas serta dibumbui kekerasan ini dipicu pembunuhan tiga gadis muda di kelas dansa bertema Taylor Swift di Southport pada Senin lalu. Dimana Axel Rudakubana (17) dari Lancashire dituduh melakukan serangan tersebut

Setelah itu, klaim palsu serta rangkaian hoax tersebar secara online bahwa tersangka adalah seorang pencari suaka beragama Islam yang tiba di Inggris dengan perahu.

Padahal, Axel diketahui merupakan keturunan dari imigran Rwanda Kristen, yang lahir di Inggris.

Akibat hoa dan tuduhan palsu ini pengunjuk rasa sayap kanan berkumpul di kota-kota besar dan kecil di seluruh negeri. Mereka menargetkan pencari suaka hingga masjid sebagai bentuk penolakan atas imigran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *