Daerah  

Potensi Kerukunan Antar Umat Beragama di Kelurahan Tanjung Lewat Sentuhan Kebudayaan dan Kesenian

Monwnews.com, Malang – Keberadaan Kampung Moderasi Beragama di wilayah Kelurahan Tanjung, Kecamatan Sukun menjadi satu bukti nyata, bahwasanya kehidupan sosial dalam keyakinan berketuhanan di wilayah setempat sangat terjaga kondusifitas dan keharmonisannya.

Mengedepankan kebudayaan dalam ekspresi kesenian juga merupakan salah satu unsur dalam menjaga keselarasan pada harmoni moderasi beragama.

Hal itu ditunjukan pada kegiatan Kampung Moderasi Beragama di wilayah Tanjungrejo pada hari Selasa kemaren, 7 Mei 2024.

Dengan ditampilkannya atraksi kesenian drumband dan barongsai dalam sesi acara penyambutan kedatangan dan kehadiran Pj. Walikota Malang memenuhi undangan dalam acara giat Penguatan Kampung Moderasi Beragama yang bertema *Merangkai Perbedaan, Merajut Persatuan Untuk Perdamaian*

Dan beberapa seni tari yang dipertunjukan diatas panggung oleh pihak panitia.

Anggota aktif dari Indonesia Bekerja (INAKER) PC Kota Malang yang turut hadir dalam kegiatan acara tersebut menyampaikan, jika kegiatan sosial masyarakat lintas agama menjadi potret nyata, bagaimana warga kelurahan Tanjung, kecamatan Sukun dan sekitarnya itu menghargai keberagaman dan saling mendorong satu sama lain menjaga kondusifitas dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Lurah Tanjungrejo, Mokhamad Abdul Ajis juga menyampaikan dihadapan para awak media, “Pentas seni dan budaya menjadi bagian dari memperkuat kerukunan antar umat beragama, karena sifatnya yang menghibur, mudah diterima dan mengandung banyak pesan moral, sehingga diharapkan semakin mempererat keharmonisan bagi masyarakat,” ungkap Ajis pada para awak pers, Selasa (07/05/2024).

Menurutnya kegiatan tersebut menjadi satu bukti bahwa Kota Malang, khususnya di wilayah Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun itu memiliki ruang ekspresi seni budaya yang bernafaskan keagamaan, untuk dapat terus berkembang serta ditampilkan menjadi daya tarik hiburan, terutama sebagai media penguatan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Keberadaan Kampung Moderasi Beragama sejatinya adalah merupakan bagian dari kearifan lokal, maka landasan kebudayaan merupakan rajutan penguatan. Maka hindari konflik kepentingan politisisasi yang mengatas namakan agama. Agar terjaga keselarasannya,” ujar ibu tiga anak yang akrab dengan sebutan Nurul Inaker di lokasi acara. (Cupez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *