MonWnews.com, Surabaya – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP UWKS kunjungi kelompok aliran Teosofi. Mereka berkesempatan mengunjungi tempat peribadatan Teosofi, yakni Sanggar Penerangan yang berlokasi di Jalan Serayu, Kota Surabaya, Minggu (16/4) siang.
Ketua Bidang Media dan Informasi GMNI FISIP UWKS Rehan Kautsar, mengatakan kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian untuk membangun komunikasi serta komitmen bersama memperkuat rasa toleransi, nasionalisme dan kebudayaan khususnya di Surabaya.
“Lahirnya sifat Nasionalisme dapat dihubungkan dengan gerakan Teosofi. Dalam gerakan Teosofi ada upaya untuk menyerap nilai-nilai kebudayaan barat demi mengangkat budaya asli yang tidak bisa di tinggalkan. Paduan keduanya lahir sikap toleransi dan nasionalisme,” kata Rehan Kautsar.
Menurut Rehan, Sukarno pada masa pergerakan Nasional dapat dihubungkan dengan gerakan Teosofi. Sukarno yang bukan anggota gerakan Teosofi dapat menempah keintektualnya lewat gerakan teosofi dan bergelut dengan pemikir tokoh – tokoh politik ternama dalam sejarah.
“Sukarno juga pernah berkumpul dengan penganut Teosofi di Surabaya. Juga menjadi sarana diskusi Sukarno tentang mencari akar kebudayaan sebagai pemersatu Bangsa Indonesia beliau rumuskan dalam Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila,” ujar Rehan.
Senada, Samuel Gading Napitupulu selaku kader GMNI FISIP UWKS, mengatakan GMNI senanyiasa berkomitmen nemperkuat rasa toleransi dan nasionalisme. Mengungi penganut Teosofi juga menjadi salah satu cara menjaga keragaman yang ada di Indonesia.
“Sebagai sebuah negara yang baik harus dapat mempertahankan rasa nasionalisme. Sekaligus tetap membuka diri dan mempertahankan toleransi terhadap perbedaan-perbedaan dalam masyarakatnya,” ujarnya.
“Teosofi yang juga menjadi keragaman dalam menumbuhkan sikap toleransi dan nasionalisme, menjadi kesatuan gagasan kesepahaman dengan pondasi toleransi untuk Indonesia di masa depan,” pungkas Samuel.
Sebagai informasi, aliran Teosofi di Sanggar Penerangan ini merupakan salah satu kelompok Teosofi yang masih eksis di Indonesia hingga saat ini. Bahkan kehadirannya kerap dianggap sebagai kelompok Freemason.
Dilansir dari berbagai sumber, aliran Teosofi pertama kali didirikan oleh Helene Petrovna Blavatsky bersama colonel Henry steel olcott pada tahun 1875 di New York Amerika Serikat. Teosofi mulai masuk di Indonesia sejak tahun 1880-an dan diresmikan pada tahun 1902.












