Daerah  

Kanwil Kemenag Aceh Terima Bantuan 250 Juta dan Pangan Peduli Banjir Kementerian Agama RI

Monwnews.com, Banda Aceh – Hujan lebat yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan putusnya akses jalan di beberapa titik. Untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang terkena musibah banjir Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menang) RI, Gugun Gumilar menyerahkan bantuan bencana banjir Aceh secara simbolis di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh diwakilkan Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi. Sabtu (29/11)

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 250 juta dan bantuan pangan. Kemenag RI menegaskan keseriusan dalam membantu pemulihan dan memberikan dukungan nyata bagi para korban. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para keluarga yang terdampak.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. bencana ini menyebabkan kerusakan hunian, fasilitas pendidikan, dan rumah ibadah.

“Saya Nasarudin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan ikut sangat prihatin terhadap musibah yang melanda sejumlah daerah di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sejumlah saudara-saudara kita yang tertimpa musibah ini betul-betul sangat memprihatinkan untuk kita semuanya. Sejumlah rumah hunian, sejumlah sekolah, bahkan juga sejumlah madrasah rumah ibadah ikut terdampak,” ujar Menag, Jumat (28/11/2025).

Menag mengajak masyarakat memperkuat empati terhadap saudara sebangsa. Ia menyampaikan bahwa rasa kepedulian merupakan karakter dasar bangsa Indonesia.

“Saya mengimbau kepada kita semuanya mari kita tunjukkan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita warga sebangsa yang mengalami musibah ini. Salah satu ciri khas kita sebagai bangsa Indonesia solidaritas ini, persaudaraan ini sangat kuat. Kami berdoa semoga Allah SWT memberikan ketabahan terhadap keluarga yang terdampak,” kata Menag.

Menag menambahkan bahwa masyarakat yang tidak terkena dampak juga memiliki kewajiban moral untuk ikut mendoakan. Empati sosial menjadi bagian penting dari kekuatan bangsa. Dengan begitu, rasa persatuan dapat tumbuh di tengah cobaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *