Monwnews.com, Untuk mencapai Indonesia emas itu tidak mungkin dengan menggunakan pola yang berlaku saat ini…ganti dulu cara berpikirnya, rubah budayanya…tinggalkan pola pikir lama yang mengedepankan keangkaramurkaan, menguatkan bargaining politik demi kekuasaan, memperalat agama dan alat negara demi memperkuat kekuasaan.
Fokuskan diri untuk menghadapi perubahan jaman…sambutlah abad kembalinya kesadaran ini dengan kesadaran juga.
Siapa sangka :
– Iran yang “hidup sendirian”, karena di embargo selama puluhan tahun mampu membangun kekuatan militernya yang pada akhirnya mampu mempermalukan Amerika ?
– NATO terpecah, negara sekutu Amerika meninggalkan Amerika sendirian ?
– Negara-negara teluk berpikir ulang untuk menjadi negara sekutunya Amerika ?
– Dominasi Amerika sebagai negara super power mulai runtuh ?
– Negara-negara komunis, Rusia, China dan Korea Utara ikut berjuang membela kedaulatan rakyat Iran yang notabene sebagai Republik Islam ? Sementara negara-negara Islam tidak mempedulikannya ?
– Di Indonesia, sama-sama NU…sholat iednya bisa berbeda waktu ?
Agama…yang selama ini dominan dalam membentuk pola pikir manusia, seperti halnya ideologi sebuah negara, pada akhirnya akan dipertanyakan nilai-nilai kebenarannya, yang pada akhirnya menggugah manusia untuk mencari nilai-nilai kebenaran yang sesungguhnya.
Pancasila sebagai ideologi negara kita merupakan satu-satunya ideologi negara yang berdasarkan kepada Hukum Tuhan (kebenaran universal), bukan berdasarkan kebenaran kelompok.
Jika anak-anak bangsa ini masih menggunakan pàradigma lama dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara ini, maka “wakil-wakil rakyat” itu akan tetap menikmati gaji buta…dan modus pemenangañ pilpres 58 % akan terulang kembali. Dan siapapun akan dapat memprediksi siapa yang menjadi pemenangnya…
Sebentar lagi…kekuatan-kekuatan semu itu akan segera sirna digantikan dengan kebenaran yang merasuki jiwa-jiwa yang berhak untuk melanjutkan kehidupan, yaitu jiwa-jiwa yang berpegang teguh kepada Hukum Tuhan, bukan jiwa-jiwa yang berpedoman kepada hukum buatan manusia.
Manusia yang masih berpedoman kepada pola lama ini…pada masa transisi ini akan banyak medapatkan kejutan yang diakibatkan oleh hentakan jaman pada era kebangkitan kesadaran ini.
Bagi yang mendapatkan kesadaran, maka dia akan lolos memasuki jaman baru ini…dan bagi yang masih menggunakan pola lama, maka dia akan terģilas oleh jaman.
Pada akhirnya…manusia-manusia yang berpegang teguh kepada Hukum Tuhan ( Kebenaran Universal-lah ) yang berhak untuk melanjutkan peradaban ini, sementara manusia-manusia yang berpegang kepada kebenaran kelompok akan semakin kehilangan arah.
Masihkah akan mengikuti kekuatan-kekuatan semu itu..?












