Monwnews.com, Surabaya – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang mencapai angka mengkhawatirkan, Forum Pendidikan Alternatif (FPA) mengambil momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli untuk menyuarakan hak anak dengan berbagai rangkaian kegiatan dan tahun ini Mengusung tema ”Lingkungan yang Aman dan Layak bagi Anak. ”
Kegiatan ini diawali dengan talkshow interaktif berjudul Bertumbuh dan Berkembang di Lingkungan yang Aman Serta Layak yang diadakan pada sabtu 18 Juni 2026 di Gedung Dharma Putra Swadaya, Jalan Sidotopo Wetan Baru 1A/25 Surabaya dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Eli Prasetyo, M.Si., Psikolog, akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang memberikan sudut pandang tumbuh kembang anak dari aspek teori psikologi dan Miftah Faridl pemimpin redaksi Project Arek yang memberikan materi tentang fakta lapangan yang ia dapatkan dari pengalaman liputan dan pengalaman pribadi.
Miftah Faridl dalam diskusi tersebut mendorong warga tingkat RT/RW rembug bersama untuk membuat panduan tentang cara penanganan ketika terjadi kekerasan pada anak di kampung termasuk ketika pelakunya adalah orang tua sendiri sebagai wujud bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama.
Acara yang dibuka oleh tarian anak-anak tersebut diikuti sekitar lima puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat diantaranya warga sekitar yaitu ibu-ibu warga dampingan Dharma Putra Swadaya, mahasiswa, dan komunitas peduli anak.
Talkshow interaktif tersebut diikuti dengan antusias oleh peserta hal tersebut terlihat dari pertanyaan yang langsung diajukan oleh peserta ketika sesi tanya jawab dibuka, salah satunya oleh seorang nenek yang menceritakan pengalaman pelecehan seksual yang dialami oleh cucunya.
FPA sendiri adalah aliansi dari sanggar/kelompok belajar yang ada di berbagai perkampungan padat penduduk di surabaya yaitu Pelita Insan Pembelajar (Pijar), Sanggar Merah Merdeka, Sanggar Alang-alang, Dharma Putra Swadaya, Karya Kasih Putra, Novaloka, dan Almakarya yang memberikan pendampingan berkelanjutan kepada anak-anak kampung pinggiran kota Surabaya.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Anak Nasional lebih dari sekadar seremonial tahunan, tetapi ruang untuk menjaga dan merawat hak anak dengan memberikan mereka ruang untuk bersuara, berekspresi, dan melindungi hak mereka. Karena masa depan bangsa dipertaruhkan di sini,” ujar Mahrawi ketua pelaksana HAN 2026.
Sebagai rangkaian acara setelah talkshow peringatan HAN 2026 akan dilanjutkan dengan pentas seni yang diadakan pada 25 Juli 2026 pukul 14.00 WIB di gedung Widya Kartika. Jl. Dukuh Kupang Timur XIII yang sekaligus di dalamnya juga terdapat pawai suara anak, pameran gambar, zona kreativitas, dan deklarasi yang diikuti oleh ratusan anak-anak kampung kota Surabaya.












