Khusyuk Berubah Panik! Ledakan Tiga Kali Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, Diduga Bom Rakitan Dibawa Siswa Korban Bully!

Personel kepolisian hingga aparat TNI berjaga di lokasi ledakan SMA Negeri 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Monwnews.com, Jakarta – Suasana khusyuk Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 12.15 WIB, ledakan keras mengguncang area masjid sekolah yang berada di Komplek TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ledakan terjadi beruntun sebanyak tiga kali dan menimbulkan kepanikan di kalangan jamaah yang terdiri dari siswa, guru, serta staf sekolah.

Seorang saksi mata, Sela, siswi kelas XI SMAN 72, mengatakan bahwa sebelum ledakan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

“Tadi kami pagi ikut kegiatan Adiwiyata, semuanya berjalan normal. Saat khutbah selesai dan mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan besar. Saya di selasar masjid, baju saya kotor karena bantu teman yang terluka,” ujar Sela.

Ia menambahkan, dirinya menduga pelaku yang membawa bom rakitan atau molotov adalah seorang siswa yang sering dirundung (dibully) oleh teman-temannya.

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom, dua meledak,” katanya.

Ledakan Beruntun dan Suasana Panik

Sejumlah saksi lainnya juga menggambarkan suasana panik di dalam masjid. “Awalnya lagi khutbah terakhir, tiba-tiba ada ledakan pertama, terus kedua, dan terakhir paling besar. Korban banyak, mungkin lebih dari 20 orang,” tulis seorang pengguna X (Twitter) dengan akun @beillinghams yang mengaku berada di lokasi.

Unggahan lain dari akun @diabwolical memperlihatkan kondisi pasca-ledakan yang kacau dan dipenuhi korban. “UKS penuh darah, ambulans bolak-balik. Beberapa siswa luka kena serpihan,” tulisnya.

Guru Matematika SMAN 72, Budi Laksono, yang juga menjadi saksi utama, menyebut ledakan pertama terjadi di area belakang aula tempat Salat Jumat berlangsung.

“Saya di belakang imam, lalu terdengar ledakan keras dari arah belakang. Semua jamaah langsung bubar,” ungkapnya.

Korban dan Penanganan Awal

Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya 20 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 15 siswa dan 5 staf sekolah. Sebagian besar korban mengalami luka bakar ringan dan luka akibat serpihan benda keras. Mereka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.

Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dan Inafis Polri langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat TNI AL dan Yonmarhanlan III turut melakukan sterilisasi dan penjagaan ketat di area sekolah.

Temuan Awal dan Dugaan Sementara

Dalam penyisiran awal, aparat menemukan bom rakitan, remote pemicu ledakan, serta senjata airsoft gun laras panjang dan revolver di sekitar lokasi. Meski demikian, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keterkaitan benda-benda tersebut dengan pelaku atau motif ledakan.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami belum bisa pastikan apakah ledakan berasal dari bom rakitan atau kelalaian penggunaan bahan kimia. Semua bukti sedang diperiksa oleh tim laboratorium forensik,” kata seorang sumber internal aparat di lokasi.

Langkah Pengamanan dan Penyelidikan Lanjutan

Komandan Yonmarhanlan III melaporkan telah melakukan sejumlah langkah cepat, di antaranya:

1. Mengamankan dan mensterilkan TKP.

2. Mengumpulkan keterangan dari saksi guru dan siswa.

3. Melaporkan informasi awal kepada Komando Atas (Dankodaeral III).

4. Berkoordinasi dengan Polres dan Kodim setempat untuk penyelidikan lanjutan.

5. Memantau perkembangan situasi di sekitar sekolah.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta untuk sementara dihentikan hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Situasi Terkini

Menjelang sore hari, area sekolah masih dijaga ketat aparat. Sejumlah kendaraan taktis dan ambulans masih terlihat hilir mudik di sekitar lokasi. Petugas masih melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya bahan peledak lain.

Ledakan ini menimbulkan trauma mendalam di kalangan siswa dan orang tua. Banyak orang tua yang berbondong-bondong mendatangi sekolah untuk memastikan keselamatan anak-anak mereka.

Pihak kepolisian berjanji akan segera memberikan keterangan resmi setelah hasil investigasi awal selesai. Dugaan sementara mengarah pada aksi balas dendam oleh siswa yang menjadi korban perundungan, namun semua kemungkinan masih terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *