Serdadu Arema: Perjuangan dan Nasib Tragis Para Pendiri Arema FC

Monwnews.com, Malang – Nasib para pendiri awal Arema, yaitu Mayor Jenderal TNI (Purn.) Acub Zaenal dan putranya, Ir. Lucky Adrianda Acub Zaenal (akrab disapa Sam Ikul), berakhir dengan penuh perjuangan fisik maupun batin di tengah badai dualisme klub yang mereka dirikan.

Berikut adalah garis takdir dan nasib kedua tokoh kunci pendiri Arema tersebut:

Mayjen TNI (Purn.) Acub Zaenal (Wafat tahun 2008)

• Nasib: Sang ayah, yang juga mantan Pangdam XVII/Cenderawasih dan Gubernur Irian Jaya, wafat pada 4 Oktober 2008 di Jakarta dalam usia 81 tahun karena faktor usia dan kesehatan.

• Catatan Sejarah: Beruntung, Acub Zaenal wafat sebelum dualisme Arema pecah pada tahun 2011. Beliau sempat menyaksikan Arema tumbuh menjadi kekuatan besar di Galatama hingga Liga Indonesia, sebelum akhirnya kepemilikan klub diserahkan ke PT Bentoel demi menjaga kesehatan finansial tim.

Tim Arema FC

Ir. Lucky Acub Zaenal / Sam Ikul (Wafat tahun 2013)

Nasib Sam Ikul bisa dikatakan yang paling tragis dan emosional, karena beliau menyaksikan langsung detik-detik klub impiannya hancur terbelah dua.

• Perjuangan Melawan Penyakit: Sejak tahun 2000-an, Sam Ikul menderita sakit keras akibat komplikasi Hepatitis C, diabetes, dan penyakit liver. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, kondisi fisiknya menurun drastis hingga mengalami kebutaan.

• Terpuruk di Tengah Dualisme: Saat perpecahan Arema meletus di tahun 2011, Sam Ikul berada di posisi yang sangat sulit secara batin dan finansial. Rumah kediamannya di Lembah Tidar, Malang, sering didatangi berbagai kubu. Beliau bersikukuh mempertahankan eksistensi yayasan asli, namun tenaganya habis karena kondisi fisik yang digerogoti penyakit dan keterbatasan dana untuk bersaing dengan korporasi besar yang mendanai Arema kasta atas.

• Akhir Hayat: Sam Ikul mengembuskan napas terakhirnya pada 24 April 2013 di usia 52 tahun di kediamannya. Pemakamannya di TPU Kasin diiringi oleh ribuan Aremania yang menangis, menghormati perjuangannya yang hingga akhir hayat tetap memikirkan nasib Arema

Sam Ikul
Ir. Lucky Adrianda Acub Zaenal (akrab disapa Sam Ikul)

Bagaimana Nasib Ahli Waris Pendiri Sekarang?

Setelah Sam Ikul wafat, perjuangan menjaga bendera sejarah Arema asli diteruskan oleh keluarganya:

• Novi Zainal (Istri Mendiang Sam Ikul): Beliau menjadi sosok wanita tangguh yang melanjutkan operasional PT Arema Indonesia (kini berganti nama jadi ArekMalang Indonesia di kompetisi amatir). Novi sangat vokal menjaga martabat keluarga pendiri. Pada tahun 2021, saat Presiden Arema FC saat itu (Gilang “Juragan 99”) berniat membeli Arema Indonesia demi menyudahi dualisme, Novi dengan tegas menolak dan menyatakan “Arema Indonesia Not For Sale!”.

• Ramadea Zaenal (Putra Sam Ikul): Bersama sang ibu, Rama ikut mengelola klub di kasta bawah untuk memastikan bahwa nama yang didirikan oleh kakek dan ayahnya pada tahun 1987 tidak hilang begitu saja dari sejarah sepak bola Malang.

Ironisnya, karena keterbatasan finansial dan hukum pasca-dualisme menahun, pada akhir tahun 2023, rumah bersejarah peninggalan Sam Ikul di Lembah Tidar terpaksa dieksekusi oleh Pengadilan Negeri setelah kalah dalam sengketa lelang bank. Sebuah akhir yang getir bagi keluarga yang telah mengorbankan segalanya demi melahirkan identitas terbesar masyarakat Malang. (Galih)

Sumber : Akun medsos Bagus Darmansah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *