Daerah  

Peringati Sumpah Pemuda, DPP GBN-MI Jawa Timur : Teguhkan Semangat Bela Negara Menuju Indonesia Emas 2045

Diskusi publik DPP GBN-MI Jawa Timur memperingati Hari Sumpah Pemuda teguhkan gerakan bela negara

Monwnews.com, Surabaya – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Bela Negara Merah Putih Indonesia (DPP GBN-MI) Jawa Timur menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Sumpah Pemuda, Sumpah Kebangsaan: Merawat Persatuan, Menguatkan Bela Negara”, pada Rabu (28/10/2026), pukul 14.30 WIB, secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 131 peserta dari berbagai latar belakang lembaga dan masyarakat di Jawa Timur.

Diskusi publik tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Gerakan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045” sebagai upaya memperkuat kesadaran kebangsaan, menanamkan nilai-nilai bela negara, serta membangun kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Ketua DPP GBN-MI Jawa Timur, Herry Tanuadmodjo, S.E., dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya memperkuat gerakan kebangsaan melalui kepedulian, partisipasi, dan kerja sama antarkomunitas maupun antarlembaga. Semangat bela negara perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Sumpah Pemuda, menurut semangat yang diusung dalam kegiatan ini, tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Nilai persatuan, kesadaran sebagai satu bangsa, dan tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lima narasumber bahas tantangan dan strategi penguatan bela negara

Diskusi menghadirkan empat narasumber dari unsur pemerintahan, akademisi, dan pertahanan, serta dipandu oleh moderator Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si., M.I.Kom.

Pokok-pokok pembahasan yang menjadi perhatian dalam diskusi meliputi:

1. Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM. – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur yg diwakili oleh Ibu Dian Puspitasari Hayuningtyas,S.S.TP.,M.A. selaku Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Jatim.

Penguatan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara memerlukan sinergi antara pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi menjadi salah satu kunci agar program kebangsaan dapat berjalan secara terpadu, menjangkau masyarakat luas, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

2. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. – Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Penguatan nilai kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kecakapan akademik dan digital, tetapi juga kesadaran hukum, tanggung jawab moral, karakter, serta integritas dalam menggunakan teknologi bagi kepentingan masyarakat dan bangsa.

3. Laksamana Muda TNI (Purn.) Frits A.C. Mantiri – Gubernur Akademi Angkatan Laut ke-22

Bela negara perlu dipahami secara luas, tidak terbatas pada perjuangan fisik atau kekuatan militer. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, kesadaran terhadap potensi maritim, kecintaan terhadap laut, penguatan karakter kebangsaan, dan pemanfaatan sumber daya strategis untuk kepentingan nasional merupakan bagian penting dari tanggung jawab warga negara.

Bela negara di era digital: dari menjaga persatuan hingga melawan hoaks

Diskusi juga menyoroti beragam tantangan bela negara kontemporer, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), judi daring, kejahatan siber, penyebaran hoaks, korupsi, hingga bencana alam dan perubahan iklim.

Berbagai tantangan tersebut menuntut masyarakat untuk memiliki literasi digital, kesadaran hukum, ketahanan sosial, dan kemampuan berpikir kritis. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun mengancam persatuan bangsa.

Bela negara dengan demikian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana tetapi berdampak luas, seperti menjaga toleransi, menghormati perbedaan, memerangi penyebaran informasi palsu, menaati hukum, menjaga lingkungan, serta berkontribusi sesuai dengan profesi dan kapasitas masing-masing.

Selain itu, potensi strategis daerah, termasuk kekuatan maritim dan sumber daya alam, perlu dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung kepentingan bersama dan pembangunan nasional.

Kolaborasi sebagai fondasi Indonesia Emas 2045

Melalui diskusi publik ini, DPP GBN-MI Jawa Timur mendorong penguatan gerakan bela negara yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan zaman. Komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mengambil peran dalam membangun kesadaran kebangsaan secara berkelanjutan.

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil, aman, dan bermartabat.

Bela negara bukan semata-mata tentang mempertahankan wilayah, melainkan juga tentang menjaga persatuan, merawat keberagaman, menegakkan integritas, dan memastikan setiap kontribusi warga negara bermuara pada kepentingan bangsa.

Dengan semangat tersebut, DPP GBN-MI Jawa Timur berharap gerakan kebangsaan terus tumbuh menjadi kekuatan kolektif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Tentang DPP GBN-MI Jawa Timur

DPP GBN-MI Jawa Timur merupakan organisasi yang mengusung penguatan gerakan bela negara dan nilai-nilai kebangsaan melalui edukasi, kolaborasi, serta partisipasi masyarakat.

Kontak media:

DPP GBN-MI Jawa Timur

Email: gbnmijatim@gmail.com

Instagram: @gbnmidppjatim

TikTok: @gbnmidppjatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *