Hadirnya China di Arktik Bikin Anggota NATO Khawatir

Monwnews.com, Anggota NATO, Norwegia yang wilayahnya berada di kawasan Arktik (wilayah di sekitar kutub utara), menyuarakan kekhawatiran terkait meningkatnya kehadiran China di wilayah tersebut.

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Meski hingga saat ini kehadiran China diwilayah itu masih tergolong “terbatas”, pemerintah Norwegia memperingatkan bahwa pengaruhnya terus berkembang seiring meningkatnya kerja sama antara China dan, Rusia.

Menurut laporan yang dirilis oleh Dinas Intelijen Norwegia (NIS) yang dikutip Newsweek, Senin (3/3/2025), ketegangan antara Rusia bersama China di satu sisi serta negara-negara Barat di sisi lain semakin meningkat dalam setahun terakhir.

Laporan ini menggarisbawahi bahwa China makin memperkuat kehadirannya di Arktik melalui investasi besar dalam proyek gas alam cair Rusia serta peningkatan aktivitas penelitian dan pembangunan kapal pemecah es.

Adapun China, negara yang secara geografis terletak lebih dari 900 mil dari Lingkar Arktik, telah mendeklarasikan dirinya sebagai “negara dekat Arktik” dan mengeklaim memiliki kepentingan dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Pada musim panas tahun lalu, sebagaimana dilansir CNBC China mengerahkan tiga kapal pemecah es ke Samudra Arktik, langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menarik perhatian global.

Investigasi yang dilakukan oleh Newsweek menemukan bahwa sebuah lembaga penelitian China yang beroperasi di kepulauan Svalbard, Arktik Norwegia, tengah melakukan penelitian yang berpotensi memiliki aplikasi ganda, baik untuk kepentingan sipil maupun militer.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pemerintah Amerika Serikat, yang semakin waspada terhadap ekspansi China di wilayah strategis ini.

Laporan NIS menyoroti bahwa keterlibatan China di Arktik sebagian besar berkaitan dengan investasi di sektor energi Rusia, khususnya dalam proyek gas alam cair.

Namun, ada indikasi bahwa Rusia dapat menarik negara-negara BRICS lainnya, yakni Brasil, India, dan Afrika Selatan, untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan proyek energi Arktik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *