Daerah  

Hadiri Pleno AFEBI, Wagub Tawarkan Program Merdeka Berkarir

Malang – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka sidang pleno ke 20 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Grand Mercure Malang Miranda pada Kamis (6/7).

Pleno kali ini mengangkat topik “Mewujudkan visi ekonomi Indonesia Emas: Quick Wins Transformasi Ekonomi Indonesia” dan diikuti 82 delegasi se-Indonesia.

Emil mengawali sambutannya dengan menyingung kurikulum Merdeka Belajar di perguruan tinggi. Menurutnya, penerapan kurikulum ini merupakan serangkain proses belajar yang baru dan penerapannya tidak mungkin instan.

“Kurikulum merdeka belajar ini adalah rangkaian proses dan bukan langsung jadi, salah satunya dengan memangkas sebagian pengajaran klasikal yang digantikan dengan pengalaman magang ditempat-tempat yang sesuai,” ungkap Emil.

Sorotan Emil terhadap proses Merdeka Belajar pun tak berhenti di situ. Wagub Jatim ini menekankan pentingnya kelanjutan bagi kurikulum ini, yaitu bagaimana Merdeka Belajar diimplementasikan kepada masa depan karir para mahasiswa.

Emil menyebutkan, Pemprov Jawa Timur sedang mengerjakan program Merdeka Berkarir dengan menggandeng komunitas-kominitas _career center_ di Jatim.

“Lulusan mahasiswa ekonomi ini mau berkarir seperti apa, pilihannya terbuka. Bukan berarti dengan masa studi 4 tahun ini menjadi satu-satunya penentu dalam perjalan hidup seseorang, sehingga Merdeka Belajar harus dapat berjalan berseiring dengan Merdeka Berkarir dengan harapan lulusan ekonomi ini mempu menjawab tantangan zaman,” papar Emil.

Emil juga mengajak Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) untuk memberikan masukan terhadap konsep Merdeka Berkarir yang sedang dikembangkan ini.

“AFEBI ini bisa memberikan masukan yang baik bagi pengembangan Merdeka Belajar dan Merdeka Berkarir ini,” katanya.

Emil lebih lanjut memaparkan, Merdeka Berkarir ini menjadi penting karena setiap 1% pertumbuhan ekonomi disinyalir akan menghasilkan 100.000 lapangan pekerjaan. Namun perlu menjadi catatan mengingat lanskap ekonomi Jatim dan Indonesia yang sudah banyak berubah.

“Dulu ada teori yang menyebutkan setiap 1% pertumbuhan ekonomi akan menghasilkan 100.000 lapangan pekerjaan namun sejak pandemi dan perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat hal ini perlu ditinjau lagi,” jelasnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu juga menyinggung bahwa Fakultas Ekonomi selama ini menjadi pilihan favorit para pelajar yang akan melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi. Bahkan, jurusan manajemen dan akuntansi memiliki peminat terbanyak.

“Hampir sebagian besar Fakultas Ekonomi di semua kampus yang ada ini menjadi pilihan favorit pelajar, utamanya jurusan manajemen dan akuntansi. Hal ini dipengaruhi pandangan pelajar terkait dunia kerja yang akan dijalani,” jelasnya.

Bahkan, Emil mengaku bahwa dirinya merupakan pelajar dari eksakta yang banting setir melanjutkan studi ke ekonomi, hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Ia menilai bahwa pendidikan ekonomi merupakan ilmu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya dulu jurusan IPA dan kemudian melanjutkan studi ekonomi, hal ini saya lakukan karena studi ekonomi ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Rupanya, kemampuan matematika dari jurusan SMA sangat berguna juga dalam ekonomi,” tuturnya

Oleh karena itu Emil mengajak akademisi yang ada di Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) ini untuk memperdalam lagi pertumbuhan lapangan pekerjaan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *