Gotong Royong Adalah Manifesto Kehidupan Masyarakat Indonesia

monwnews.com – Malang,- Sebuah tulisan yang bagus,yang bukan saja memberi motivasi.
Namun esensi dari tulisan ini adalah sebuah budaya pemikiran dalam implikasi yang memang seharusnya dijalankan pada lini kehidupan sosial di masyarakat Indonesia.Begini tulisan nya :

Hai……, Ideologi pikiranmu ! Tak pahami idiologi adalah sebuah konsep yang komperhensif dan ultimasif , ia adalah dimensi yang multikomplek, ia adalah kondisi Obyektif yang ada dan berkembang dimasyarakat.

Idiologi adalah keseluruhan yang nampak dalam bagian-bagian.
Idiologi adalah perjalanan eksistensial dari sebuah Ide ide besar Dunia, ia Dinamis, idologi bukan sebuah pemikiran yang stagnan , Bung Karno memberi contoh kondisi obyektif Masyarakat Indonesia adalah Gotong Royong, ia adalah semangat bagi kehidupan berbangsa, Bernegara dan bermasyarakat.

Gotong royong inilah sebagai sumber berpikir dan berbicara serta bertindak dalam segala aspek kehidupan.
Gotong royong mengandung suatu kekuatan yang luar biasa karena didalam Gotong Royong terdapat kerjasama yang sangat Esensial, ketika Gotong Royong ini digali dan terus menerus digali maka akan tumbuh dan serta berkembang kekuatan Progresif dan Revolosioner, karena didalam Gotong Royong ada ‘a nan tak kunjung padam’ , yang membara dan menyala nyala , ia adalah api abadi yang terus menerus membangkitkan semangat, sebagai idiologi yang dinamis.

Gotong royong ini akan bermanifestasi dalam kehidupan sosial masyarakat bila para Marhaenis -Marhaenis terus mengamalkan ini secara bersama sama , ber gandeng renteng, membumikan Gotong Royong terus menerus dengan cara menggotong meroyong dalam kehidupan sehari-hari, dan tiada pernah lelah memperjuangkan

Gotong Royong ini menjadi sebuah Regulasi.
Hai Marhaenis Marhaenis…!!, bangkit… bangkitlah dan trus bergerak ….. !!!

Kalian sebagai penjaga penegak pengamal kehidupan berbangsa dan bernegara berdasar Pancasila.

Pancasila bukan jargon jargon semata.
Kalian adalah yang percaya Pancasila ,dan jangan hanya bangga saja mengklaim sebagai anak idiologis Bung Karno namun teruslah bergerak, bersinergi, bertindak, bekerja terus meneruslah mendaratkan Marhaenisme, agar kita, kami , kamu ,mereka tidak menjadi Otopis-otopis keparat, yang hanya bisa menyalahkan keadaan.

Pesan Bung Karno kepada Anak anak Idiologisnya sbb: jadilah Besar sebagaimana Aku , kita adalah Bangsa yang Besar, Bangsa yang telah digembleng oleh keadaan, Bangsa yang tidak pernah minta tolong kepada Bangsa Lain, dan Bangsa yang siap mewujudkan Tri Sakti Bung Karno, Ayo jangan menjadi Ling Lung , kita harus menang.

Kita harus menjadikan kader Marhaenis menjadi Presiden Republik indonesia. maka… mari bung rebut kembali dengan cara bahu membahu bergotong royong memenangkan nyata adanya Ganjar Pranowo Presiden R.I ke 8 , kita kami , kamu , mereka yang berakal, bernalar, berfikir, berilmu dan beriman tetap dalam sikap tindak tanduk satunya kata dengan perbuatan.

Menang berarti kita hidup, kita kalah berarti cita cita kita sebagai negara bangsa akan Binasa.

Medio 12 Juni 2023

“SALAM PANCASILA”

Penulis ;
Joko Sukmono.
Wakil Ketua Umum RELAWAN FRONT MARHAENIS TO GP
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *