Daerah  

Disdikbud Kota Malang Gandeng Dishub Guna Pastikan Kelayakan Trasportasi Moment Study Tour

Kadisdikbud dan Kadishub Kota Malang.

Monwnews.com, Malang – Masa liburan sekolah untuk kenaikan dan kelulusan siswa, biasanya ada moment Study Tour yang diselenggarakan oleh satuan lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP

Oleh karenanya, pihak Disdikbud Kota Malang, kali ini mengambil langkah sinergitas dengan pihak Dishub Kota Malang.

Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjane baik secara lisan maupun tulisan lewat grup Whats App internal lingkup pendidikan, telah berpesan kiranya untuk pelaksanaan moment study tour, pihak sekolah agar lebih mengutamakan keselamatan.

“Demi keselamatan para siswa, maka penggunaan trasportasi harus memperhatikan beberapa hal dan kriteria. Oleh karena itu, kami bersinergi dengan pihak Dishub Kota Malang,” ucap Suwarjane selaku Kadikdisbud saat dihubungi awak monwnews.com, Selasa (14/01/2025) siang.

“Penekanan kepada para Kepala Sekolah untuk mengutamakan keselamatan merupakan langkah-langkah mengantisipasi, guna meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tegasnya.

Alasan Suwarjana, dirinya lebih global dalam memandang kegiatan study tour itu. Bagaimanapun akan ada efek domino sosialnya jika kegiatan tersebut dilarang, “Mulai dari soal pendanaan yang terlanjur terkumpul, travel transportasi, katering, sopir dan lain-lainnya, itu juga kita pikirkan.”

Diwaktu yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Wijaya Saleh Putra ditemui di Balkot membenarkan adanya sinergitas Dishub dengan Disdikbub Kota Malang.

“Benar, sinergitas dengan pihak Disdikbud tersebut dalam rangka mengutamakan, keamanan, kenyamanan dan keselamatan berkaitan penggunaan transportasi umum yang berhubungan dengan kegiatan lembaga sekolah,” terang Wijaya.

“Kita berikan advisor kepada para Kepala Sekolah yang dikumpulkan oleh pihak Disdikbud Kota Malang, melalui Kabid Angkutan, untuk mendapat penjelasan,” sambungnya.

“Utamanya terkait penggunaan trasnportasi umum, pastikan kelengkapan berkas atau surat-surat, termasuk kir, hingga cek total pisik kendaraan sebelum dipergunakan, bahkan kondisi psikologi dan kesehatan sang pengemudi. Dipastikan lolos uji dan dianggap layak dipergunakan sebagai alat transportasi,” tegas pria humanis yang akrab dipanggil Djaya itu.

Disampaikan olehnya, bahwa sebenarnya hal tersebut merupakan kewenangan pihak pusat, dan sinergitas itu karena atas permintaan dan inisiatip Disdikbud demi langkah keselamatan.

Nurul diruang kerja Kadisdikbud Kota Malang

Sementara itu, mantan Ketua Komite SMPN (15 & 30) terkait moment Study Tour mengatakan “Saat bertemu dengan Pak Suwarjane tempo hari, saya menyampaikan, perihal kegiatan study tour yang dilaksanakan oleh pihak sekolah, agar mengedepankan keselamatan bersama,” ujar Nurul yang aktif di organisasi nasional Indonesia Bekerja (INAKER) sebagai Wk Ketua, bidang Kesra, Pemberdayaan dan Antar Lembaga. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *