Di Acara Reses Wanedi, Masyarakat Bisa Melihat Langsung Jejak Rekam Seorang Caleg Dalam Perilaku Kehidupan

Yunan Syaifullah dalam sambutan awal di acara Reses, H. Wanedi Rabu malam (07/02/2024)

Monwnews.com, Malang – Judul berita diatas adalah tema yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat dari Akademisi, yang disampaikan pada reses H. Wanedi di Tahun 2024 pada Rabu malam (07/02/2024).

Diundang hadir dalam gelar reses H. Wanedi, tokoh akademisi tersebut dalam sambutan awalnya menyampaikan, bahwa pentingnya publik memahami dan mengetahui perilaku pada jejak rekam seorang caleg untuk didukung kembali duduk menjadi seorang wakil rakyat.

“Pada dasarnya, perilaku seorang calon anggota legislatif itu juga dipengaruhi oleh learn of life dilingkungan terdekatnya, yakni famly (keluarga),” papar Yunan.

Tokoh akademisi, pemilik nama langkap Prof. Yunan Syaifullah, S.E., M.Si. juga mengatakan bahwa perilaku seorang caleg juga bisa dilihat dan dirasakan langsung gaya komunikasinya terhadap lingkungan sosialnya.

“Seorang calon legislatif, atau seorang anggota dewan itu akan lebih arif dan bijak ketika selalu bersinergi, dan belajar dari orang-orang yang punya skil dan kapasitas yang kapable dan dianggap tokoh untuk ditemui, disilaturohmii, ditamoni, dilungguhi (duduk bertamu, bersilaturohmi), lalu berinteraksi, berkomunikasi dan berdiskusi untuk melahirkan sebuah solusi,” sambung Yunan.

“Nah dari situlah akan muncul rasa kedekatan sosial dan kinerja anggota dewan yang punya nilai manfaat yang amanah bagi warga melalui hasil program kinerjanya,” ujar Yunan.

“Poin dan esensinya nya adalah,anggota dewan itu hanyalah sebatas menjalankan tugas dan fungsi kedewanan dalam mewujudkan aspirasi rakyat.Itulah seseorang yang memiliki karakter dan jiwa aspiratif.Selalu berpihak pada layanan prioritas kebutuhan publik dan merakyat,” tuturnya lagi.

“Itulah hubungan sosial politik yang lebih mengedepankan jiwa kebersamaan, gotong royong, guyub rukun. Dan itulah hasil dari membangun ruang interaksi komunikasi publik yang melahirkan kerukunan dan sanding perseduluran. Inilah yang saya maksud dengan Belajar ilmu kehidupan atau saint of life,” tegas tokoh akademisi yang telah memberi pencerahan politik pada audien yang hadir dalam reses, H. Wanedi. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *