Caping Gunung dan Maumere Bergema di Panggung International Fklor Festival “Boysun Bakhori” Sukandhariya, Uzbukistan

Monwnews.com, Setelah dibuka oleh Gubernur Sukhandariya, Ulugbek Berdikobilovich Kasimov, pada 1 Mei 2026 malam, mulai 2 Mei, seluruh negara peserta tampil di panggung utama festival.

Ki Ageng Ganjur mendapat undian tampil ke 8. Di hadapan ribuan penonton yang memadati lokasi festival, Ganjur membawakan lagu Jawa “Caping Gunung”. Lagu ini dipilih karena memiliki nilai historis dan cocok dengan lokasi tempat penyelenggaraan event yang ada di pegunungan.

Lagu Caping Gunung dibuat dalam dua komposisi: versi langgam yang lembut mendayu dan versi Sragenan yang dinamis. Penampilan Ganjur diiringi penari latar, Eci yang menginterpretasikan syair dan musik dengan gerakan tari, sehingga suasana menjadi semakin hidup.

Penampilam Ganjur medapat respon dan apresiasi yang cukup tinggi dari penonton. Hal ini terjadi karena Ganjur membawa gamelan sebagai pengiring. Suatu instrumen yang aneh dan unik di mata peserta yang rata2 menggunakan perkusi, petik dan tiup.

Penonton sudah berdecak kagum saat vocalis Ganjur, Chris Verani, membuka lagu dengan bowo (pembuka) yang mendayu. Suasana hening saat lagu versi langgam dibawakan. Mereka seperti terhanyun dalam alunan nada yang lembut dan mistis. Applaus meriah diberikan ketika ritme berubah menjadi gaya Sragenan yang dinamis. Suasana langsung berubah dari hening ke riuh dengan tepuk tangan dan tarian.

Saat turun dari panggung para perdonil Ganjur langsung mendapat ucapan selamat dari para peserta dari negara lain dan panitia. Mereka menyampaikan rasa simlati dan tertarik atas penampilan Ganjur unik dan eksotik. Bahkan peserta dari Yunani menyatakan pingin berkolaborasi dengan Ganjur.

Malam hari, saat dinner, Ganjur diundang panitia untuk tampil. Karena spontan dan tidak ada persiapan musik, maka Ganjur tampil secara lipsing membawakan lagu Maumere. Ganjur mengajak semua tamu menari bersama diiringi lagu Maumere dipandu oleh Aci.

Lagu maumere malam itu berhasil menarik para tamu. Hampir semua tamu yang hadir turun dan menari. Susana makam malam menjadi akrab dan penuh kekeluargaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *