Berita  

Setelah Didemo Karena Usir Seniman Dari Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Pasang CCTV Baru Untuk Pantau – Ini Kritik Ahli Sosiologi ke Walikota Surabaya

Monwnews.com, sehari pasca aksi seniman surabaya menolak kebijakan pengosongan kantor DKS, Pemkot Surabaya bereaksi dengan memasang CCTV baru di dekat Kantor Sekertariat Dewan Kesenian Surabaya. Kamera CCTV itu terpantau menghadap kantor Dewan Kesenian Surabaya.

Paksi, Pengurus Dewan Kesenian Surabaya pada Selasa (12/5/2026) menerangkan jika Kamera CCTV tersebut dipasang di Senin (11/05/2026) lalu, di hari yang sama dengan Aksi Demonstrasi Seniman Surabaya di depan Balaikota Surabaya.

“Sebelum massa aksi berangkat dari Kantor DKS, CCTV nya belum ada. Sepulang dari Balaikota, sudah ada CCTV baru yang menghadap ke Kantor DKS.” Terang Paksi.

Pemasangan CCTV ini mendapat kritik tajam dari Bambang Budiono, Ahli Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Surabaya. Pria yang biasa disapa Bambud ini menyebutkan bahwa Pemasangan Kamera CCTV di dekat Kantor DKS itu adalah bentuk represi terhadap aktivitas kesenian dan kebudayaan yang sedang dilakukan oleh para seniman di DKS.

“Secara tidak langsung, pemasangan CCTV itu adalah bentuk teror psikologis terhadap teman-teman di DKS.” Terang Pria yang telah lama menjadi Dosen di Universitas Airlangga ini

Ia juga menganalogikan pemasangan CCTV ini dengan sistem penjara Panoptikon yang diusung oleh Jeremy Bentham pada abad ke-18.

“Konsep nya sama dengan panoptikon. Pemkot bisa melihat dan mengawasi gerak gerik para seniman, tetapi seniman tidak bisa melihat orang yang mengawasinya itu. Jd ini pengawasan satu arah seperti panoptikon.” Ujarnya.

Bambud menyebut efek yang disebabkan akibat pemasangan CCTV ini adalah teror psikologis. Oleh karenanya ia menyebutnya sebagai upaya represi terhadap kesenian di DKS.

“Seniman yang gerak geriknya merasa diawasi oleh Pemkot secara psikologis maupun sosial akan merasa terpenjara, hak kebebasan berekspresi dan hak kebebasan berpendapatnya terancam.” Terangnya.

Chrisman Hadi, Ketua DKS sendiri menyebut pemasangan CCTV di dekat Kantor DKS sebagai reaksi kepanikan dari Pemkot Surabaya.

“Sepertinya Walikota Surabaya sedang panik menghadapi gerakan rakyat dan gerakan para seniman yang menolak pengosongan kantor DKS, sampai-sampai memasang CCTV untuk mengawasi aktivitas di Sekretariat DKS.” Ujar Chrisman Hadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *