MonWnews.com, Malang – Anggota dewan aspiratif H. Wanedi yang kembali maju menjadi calon legislatif di tahun 2024, pada Selasa malam, (29/08/2023) bersama warga Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun Kota Malang mengadakan temu silaturohmi.
Pertemuan ala cangkruk an ngopi malam itu guna rembug gayeng njagong marem merealisasi aspirasi, Ajang diskusi bersolusi.
Cangkruk an ngopi bersolusi merealisasi aspirasi itu berkaitan dengan perwujudan konstruksi infrastruktur yang dihadiri oleh para Tokoh Masyarakat, beberapa Ketua RW dan perwakilan, perangkat Kelurahan (LPMK & BKM) anggota Indonesia Bekerja/INAKER yang akrab dipanggil Nurul Inaker serta Abdul Ajis selaku pemangku wilayah di Kelurahan Tanjungrejo.
“Duduk bareng, njagong gayeng marem malam ini, dengan menghadirkan Abah Wanedi semata-mata adalah untuk kepentingan bersama dalam rangka menyamakan persepsi dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi jembatan di lingkup ketiga kepentingan kemanfaatannya bagi warga di 3 RW,” ucap Ajis.
“Karena untuk kepentingan publik, aspirasi yang sudah dikawal dan direalisasikan oleh salah satu anggota dewan aktif, Abah Wanedi terkait pelaksanaan pembangunan jembatan, monggo disengkuyung dan didukung,” sambung si pemangku kewilayahan.
Sementara itu, Ahmad Wanedi dalam uraianya, memaparkan kronologis terkait kawalan usulan yang terbilang cepat dalam prosesnya.
“Yang kami ketahui, suara warga di wilayah sekitar sebagai salah satu kebutuhan publik dibidang infrastruktur jembatan, dengan gerak cepat ditangkap oleh salah Tokoh Masyarakat, Bapak Syamsul Muarif yang turut dibantu oleh Mbak Nurul dari INAKER melalui proposal yang lengkap dengan tanda tangan Ketua LPMK dan Pak Lurah. Yang sudah masuk prosedural di Dinas PUPR. Akhirnya terealisasikan,” papar Wanedi.
“Hal itu juga kita perkuat dengan tinjauan langsung ke lokasi. Bahwa demi kepentingan publik, maka jembatan harus dibangun, sebagai infrastruktur pendukung kepentingan warga, untuk sarana kemudahan beraktifitas. Sekaligus progresnya akan kita lanjutkan pada penataan kawasan di area tersebut untuk penguatan pemberdayaan sosial ekonomi warga dilingkup 3 RW dan sekitarnya,” urai Wanedi.
“Hanya kebetulan saja pelaksanaan pembangunan jembatan itu dilaksanakan ditahun-tahun politik, sehingga rawan digorang goreng. Namun yang utama sekali, kita adalah satu kesatuan dalam konsep rasa kebersamaan mengabdi lewat kapasitas masing-masing. Prinsipnya adalah Kita bersanding selamanya,” tegas Wanedi, anggota dewan aktif dan aspiratif dari Dapil 4 Sukun malam itu.
Cangkrukan ngopi bersolusi tersebut makin gayeng disaat sesi tanya jawab, dan munculah beberapa inisiatif dan keinginan berkembangnya area, maupun hal-hal yang yang bersifat tehnispun juga terlontarkan oleh warga yang hadir.
Selain terkait jembatan yang segera dilaksanakan pembangunannya, perihal kebutuhan publik untuk proses kegiatan administratif, yang usulan rehab balai RW juga ditegaskan oleh Nurul inaker
“Karena muncul pertanyaan terkait usulan rehab pembangunan balai RW. Kami bersama tokoh masyarakat setempat, yakni Pak Syamsul tetap akan membantu. Namun juga perlu kerjasamanya pak RW inggih. Tetap koordinasi dan komunikasi. Proposal sudah kita sampaikan ke dinas terkait, nanti tetap dikawal Pak Wanedi agar terealisasi,” ujar Nurul inaker.
Malam itu, semua poin poin sudah terdiskusikan. Baik LPMK, BKM dan pemangku wilayah dalam kontruksi ruang persepsi yang sama, pada proses pelaksanaan jembatan sebagai pemantik, yang progres kelanjutannya ke evalutif, pemetaan dan penataan kawasan area, untuk dikembangkan menjadi ikon kampung tematik, sebagai wujud pemberdayaan sosial yang menumbuh kembangkan, penguatan dan peningkatan potensi ekonomi wilayah perkampungan yang ada di Kelurahan Tanjungrejo. (galih)












