Monwnews.com, Malang – Panitia Santri Fest 2024 adakan audiensi dengan pihak Pemkot Malang, Rabu (23/10/2024) siang di ruang rapat Assisten 1 Balaikota Malang.

Audiensi tersebut diterima oleh Assisten 1, Dr. Ida Made Wahyuni, yang sejatinya ditemui oleh Pj Walikota Malang, Iwan Kurniawan. Namun karena Pj. Walikota sedang berada di Jakarta, akhirnya audiensi di handel Asisten 1 Sekkota Malang.
Audiensi tersebut berkaitan dengan Memperingati Hari Santri 22 Oktober dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024 yang rencananya akan digelar pada tanggal 25 Oktober hingga 3 November 2024 dengan tema title “Santri Fest 2024” bertempat di Bumi Carnival Malang, Jalan Sudimoro Lowokwaru.
Audiensi tersebut dihadiri oleh panitia kolaborasi, dari POSNU (Poros Sahabat Nusantara), INAKER, MWC NU Lowokwaru, PAC Anshor Lowokwaru, Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis).
Sementara dari pihak Pemkot Malang dihadiri oleh perwakilan OPD, Disporapar, Kesra, Diskopindag serta Perangkat Lurah dan Camat.
Masing-masing perwakilan dari panitia bersama menyampaikan gagasan terkait event yang sudah terkonsep.

Hingga tersampaikan jika gelaran event tersebut merupakan satu semangat bersama/gotong royong dari warga kota Malang terkait dana operasionalnya. Dengan support dan dukungan pihak donatur yang peduli terhadap munculnya Hari Santri yang dilahirkan di Malang.
“Konsep event Satri Fest 2024 merupakan wujud pedulinya warga malang untuk menyambut Hari Santri 2024. Termasuk dalam event tersebut melibatkan kehadiran UMKM guna meningkatkan gairah perekonomian di Kota Malang. Serta hadirya Wahana permainan yang memberikan hiburan warga, dan keterlibatan siswa sekolah dalam sesi mewarna untuk lebih mengaktualkan talenta senirupa. Termasuk penguatan budaya kesenian lokal tari kembangan bantengan, dan gema musik relegi bernafaskan islami dalam musik qosidah modern,” jelas Agus Prast dari Posnu.
Sementara dari INAKER yang diwakili Nurul Inaker menyampaikan, bilamana dari pihak Pemkot Malang bisa membantu fasilitas.
“Kami dari panitia bersama, berharap ada sinergitas peduli nyata, supporting dari pihak Pemkot Malang sebagai fasilitator agar acara tersebut bisa terselenggara dengan sukses. Karena ini melibatkan beberapa komunitas organisasi masyarakat,” tandas Nurul Inaker.
Sedangkan dari perwakilan Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis) kepada pihak Pemkot Malang menyampaikan salah satu poin penting dalam sesi event Santri Fest 2024.
Yakni pentingnya Santri melek politik dan anti golput bersamaan dengan masa kontestasi pilkada 2024 Kota Malang dan menjaga kondusifitas, salah satunya kampanye damai anti golput.
Yang dikemas dalam sarasehan pencerahan dan mencerdaskan masyarakat dibidang politik sebagai bagian dari budaya.
Dan melalui Asisten 1, disampaikan jika pada prinsipnya pemkot mendukung kegiatan tersebut, termasuk dari jajaran perwakilan OPD yang hadir. “Kali lain bisa bersinergi dengan kami Pemkot Malang, melalui dinas yang terkait. Namun dibicarakan dan dikoordinasikan satu tahun sebelumnya, sehingga kami bisa menghitung beban operasional anggarannya, karena hal tersebut masuk dalam SIPD.”
Audiensi memang terkesan gayeng, namun sayangnya masih bersifat sharing. Diharapkan oleh panitia bersama, adanya kolaborasi nyata kedepan antara pihak Pemkot Malang dengan panitia penyelenggara pada event berikutnya.
Rencana gelaran acara tersebut meliputi:
○ Festifal Banjari se – Malang Raya
○ Perfom Band
○ Narsyid/Qosidah Modern
○ Gues Start Fakedopp
○ Gelar Seni Kembangan Tari Bantengan
○ Elektone
○ Lomba Mewarna
○ Pengajian Akbar/Sholawatan (Sarasehan Santri Melek Politik serta Santri Award dan Deklarasi Kampanye Damai Anti Golput)
Acara tersebut didukung oleh PP, prokota.com, monwnews.com, dan sponsorsip. (galih)












