Monwnews.com, Amerika Serikat (AS) meningkatkan kehadiran militernya secara signifikan di sekitar Iran dengan mengerahkan lebih dari 150 unit pesawat ke sejumlah pangkalan di Eropa dan Timur Tengah.

Pengerahan ini dilakukan setelah putaran kedua perundingan nuklir antara Washington dan Teheran berakhir tanpa terobosan pada 17 Februari lalu.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan dan citra satelit yang ditinjau Washington Post, peningkatan kekuatan tersebut menjadikan kehadiran militer AS di kawasan berada pada salah satu level terbesar dalam lebih dari dua dekade, sejak sebelum Perang Irak pada 2003.
Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran terkait program nuklirnya
“Tingkat kekuatan besar yang dikumpulkan berarti militer AS dapat melaksanakan apa pun yang diputuskan Trump, mulai dari kampanye berkelanjutan dan sangat kinetik hingga serangan yang lebih terarah dan terbatas,” ujar mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Timur Tengah, Dana Stroul, seperti dikutip Washington Post Kamis (26/2/2026).
Di lapangan, sebagaimana dilansir CNBC, puluhan pesawat tambahan saat ini berada di atas kapal induk USS Gerald R. Ford, yang terpantau berada di perairan dekat Pulau Kreta, Yunani.
Kapal induk tersebut menjadi kapal induk kedua yang dikirim ke kawasan Timur Tengah, menjadi kondisi yang jarang terjadi dan mencerminkan eskalasi serius kesiapan militer AS












