Monwnews.com, Malang – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menjawab berbagai persoalan yang disampaikan para kader partai dalam giat sosialisasi yang digelar di Aula kantor DPC PDIP Kota Malang, Senin (23/02/2026).
Acara tersebut berlangsung dari siang hingga menjelang azan Magrib, lalu dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Beberapa materi yang dipaparkan Sri Untari disimak dengan saksama oleh para struktural kader partai dari wilayah PAC Kedungkandang dan Blimbing, maupun badan serta sayap partai.
Dalam sesi tanya jawab, para kader melontarkan berbagai pertanyaan. Selain dijawab langsung oleh Sri Untari, penjelasan tambahan juga disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika. Ia mempertegas solusi atas persoalan yang dirasakan warga, seperti masalah jalan berlubang di wilayah Kecamatan Kedungkandang hingga kurang sigapnya dinas terkait dalam layanan publik.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Sri Untari juga menyoroti persoalan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) serta kepesertaan BPJS Kesehatan. Perempuan yang dijuluki “Srikandi Perjuangan” tersebut menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan verifikasi dan validasi ulang data kesejahteraan masyarakat guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Ia menambahkan bahwa dari proses tersebut, sekitar 1,4 juta peserta dievaluasi kembali statusnya sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
“Memang riil di lapangan masih ada warga yang sebenarnya berhak mendapat layanan itu, akan tetapi kartu kepesertaannya sudah nonaktif. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak ada masyarakat miskin yang kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan,” ujar Untari.
Dirinya menegaskan, untuk penderita penyakit berat seperti gagal ginjal, TBC, kanker, maupun penyakit jantung, pemerintah tetap membuka ruang percepatan pengaktifan BPJS agar pasien tidak terhambat mendapatkan perawatan.
Sosialisasi kebangsaan ini bertajuk “Momentum Bulan Ramadan sebagai Penguat Kerukunan dan Kebhinnekaan Bangsa”. Melalui kegiatan ini, kader PDI Perjuangan di Kota Malang diharapkan memahami kebijakan pemerintah sekaligus mampu membantu masyarakat yang mengalami kendala layanan sosial.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhita (akrab disapa Mbak Mia), menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum memperkuat nilai perjuangan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan ego, memperkuat keikhlasan, menumbuhkan rasa empati, dan memperkuat kepedulian sosial. Banyak persoalan di masyarakat yang membutuhkan sentuhan nyata dari kita semua,” ujar Mbak Mia.
Didampingi Sekretaris DPC, Ahmad Wanedi, Mbak Mia juga menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat bagi warga Kota Malang terkait layanan kesehatan karena sudah ada sistem yang mengaturnya. Hal ini sejalan dengan semangat partai yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. (galih)










