Monwnews.com, Mantan Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai dalang kerusuhan maut di Bangladesh.

Hasina menuduh bahwa AS bermaksud menggulingkannya dari kekuasaan karena penolakannya untuk menyerahkan kendali atas Pulau Saint Martin.
Pulau itu sendiri bisa memungkinkan AS untuk memberikan pengaruh atas Teluk Benggala.
“Hasina mengklaim bahwa dengan menyerahkan kedaulatan Pulau Saint Martin, ia dapat tetap berkuasa, Namun, ia memilih untuk tidak berkompromi dengan kedaulatan pulau itu, dengan menyoroti pentingnya pulau itu secara strategis dan potensi pengaruh geopolitik yang diwakilinya di kawasan tersebut”, tulis Economic Times (ET), sebagaimana dikutip CNBC pada Senin (12/8/2024).
Sebagaimana diketahui, aksi protes melanda Bangladesh sejakJuli 2024, dimana demo dipicu kuota PNS (pegawai)
Protes tersebut didorong mahasiswa dan tindakan represif apara keamanan membuat banyaknya korban, bahkan ratusan orang tewas.
Hasina akhirnya melarikan diri ke luar negeri dan pemerintahan sementara Bangladesh kini dipimpin ekonom Muhammad Yunus.












