Monwnews.com, Jakarta- Rapat Pleno Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (GM FKPPI) pada 2 – 3 Januari 2024 di Jakarta menghasilkan tiga poin utama pernyataan sikap menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.
Ketua Wantimpus GM FKPPI, Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H. dalam Rapat Pleno, mengingatkan kembali tentang isi Maklumat GM FKPPI yang telah disampaikan pada acara HUT GM FKPPI ke-45 pada tanggal 16 September 2023 silam di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya Surabaya Jawa Timur.
Ditegaskan Ahmad Basarah, bahwa sikap politik GM FKPPI harus berkiblat sepenuhnya pada politik kenegaraan dan politik kebangsaan, bukan politik partisan atau sektarian.
“Anggota GM FKPPI mempunyai hak politik. Namun politik GM FKPPI bukan politik primordial, apalagi politik sektarian. Kita menolak politik identitas,” tegasnya.
Politik GM FKPPI, lanjutnya, juga bukan politik golongan atau partisan, karena itu, GM FKPPI menitikberatkan pada upaya menjaga netralitas, persatuan, dan kesatuan bangsa.
“GM FKPPI bukan milik satu golongan atau partai politik tertentu. Politik GM FKPPI adalah politik negara, sejalan dengan garis-garis politik TNI/Polri yang tegak lurus untuk kepentingan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945,” imbuh Basarah.
Basarah tekankan pula bahwa GM FKPPI menganggap penting keberadaan kader-kader mereka di sejumlah partai politik justru sebagai penjaga dan perajut tali persaudaraan sesama anak bangsa.
“Menyambut Pemilu 2024, keberadaan kader GM FKPPI di sejumlah partai politik justru sangat penting untuk mengawal agar di lingkungan politiknya tidak terjadi perbuatan yang melanggar hukum dan etika berbangsa dan bernegara. Kader kader GMFKPPI di manapun dan apapun partai politiknya harus menjadi penjaga, perajut tali persaudaraan sesama anak bangsa. GM FKPPI harus ikut berpartisipasi dalam agenda bangsa agar pemilu berjalan jujur, adil, aman dan damai,” pungkasnya.
Rapat Pleno ini menegaskan komitmen GM FKPPI dalam menjalankan politik negara yang berlandaskan pada nilai-nilai demokrasi, netralitas, dan kesatuan bangsa.
Pernyataan sikap ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh kader dan pengurus GM FKPPI dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pemilu 2024, serta memastikan peran aktif dalam proses demokrasi di Indonesia. (TIM***)











