Tiga SPPG ditutup Karna Tidak Mematuhi Standar Gizi MBG, Kota Malang Harus Lebih Tegas

monwnews.com – Malang Laporan terkait program layanan makanan bergizi terus berdatangan.

Program MBG yang seharusnya menjamin gizi anak-anak di salah satu wilayah di Jawa Timur banyak menuai persoalan dan menjadi sorotan masyarakat.

Di Jember,justru pelayanan standarisasi pemenuhan gizi (MBG) dipertanyakan, berdasarkan laporan yang masuk ke Kanal resmi Wadul Gus e terus berdatangan dan terus mencuat.

Ini bukan soal sepele,tetapi tentang kualitas dan tanggung jawab pelaksana dalam memberikan layanan makanan buat anak -anak generasi bangsa.

Situasi tersebut dipandang membahayakan kesehatan ketika badan gizi nasional resmi menutup 3 SPPG di Kabupaten Jember.

Keputusan itu menjadi sinyal keras ,ada yang tak ingin masalah berlarut ,maka H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. alias GUS e ,selaku Bupati Jember bergerak cepat terhadap semua SPPG di Kabupaten Jember.

Seluruh SPPG dikumpulkan dan penegasan diberikan, standar ditegakkan, dan tidak ada ruang bagi kelalaian.

Standar layanan program MBG ditegakkan tidak ada ruang toleransi bagi pelayanan yang tidak layak.

“Program MBG harus berjalan dengan baik ,harus layak, harus sesuai aturan ,karena yang dipertaruhkan adalah masa depan generasi Jember,” ujar Bupati Jember melalui kanal medsosnya,Rabu (04/03/2026)

Bupati Jember dalam kanal medsos wadul GUS e tegas menyampaikan , jika masih ditemukan dan atau masyarakat, atau wali murid jika menemui pelaksanaan MBG yang kurang baik, jangan diam ,tetapi segera laporkan dan Wadul GUS e.

“Sebutkan nama SPPG dan sekolah mana yang perlu didatangi oleh tim Wadul GUS e dan Satgas MBG Jember akan turun langsung, karena pengawasan bukan hanya sekadar tugas pemerintah saja melainkan menjadi tugas bersama masyarakat.

Hal tersebut diatas adalah kondisi yang terjadi di Kabupaten Jember,dimana pihak pemerintah daerah bertindak tegas dan responsif.

Bagaimana untuk pemerintah daerah Kota Malang ?!
Padahal banyak kondisi yang mencerminkan layanan program MBG tidak sesuai standar kesehatan.

Salah satunya seperti kasus yang dialami lembaga pemdidikan SD Tulusrejo,kecamatan Lowokwaru,yang diketahui ada makanan sejenis puding strowbery ternyata ada ulat belatung di dalamnya packingnya. Ada lagi kasus yang terjadi oleh SPPG lain, dimana roti yang dibagikan pada siswa sekolah sudah berjamur.

Kota Malang seharusnya juga bisa menunjukansikap tegasnya,karena dalam beberapa minggu ini ,Kota Malang juga ramai dengan keluh kesah para orang tua wali murid maupun lembaga sekolah,terkait layanan SPPG dalam pembagian MBG- Makanan Bergizi Gratis.
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *