MonWnews.com, Surabaya – Konflik yang terjadi di Pembinaan Mental Karate (PMK) Kyokushinkai Karate-Do Indonesia semakin memanas.
Tudingan adanya dugaan penggelapan sejumlah uang oleh Tjandra Sridjaja Pradjonggo dan kawan-kawan dibantah keras Bambang Irwanto selaku orang yang dituakan dalam organisasi dan juga mantan Ketua Umum (Ketum) Perguruan selama dua periode.
“Saya merasa aneh dan prihatin. Sebab pihak yang meributkan saat ini adalah bukan Anggota atau Pengurus Perkumpulan dan tidak punya kepentingan apapun,” sesal Bambang, panggilan karibnya, Senin (20/3/2023).
Bambang menegaskan hal itu adalah tudingan yang ngawur dan tidak ada bukti. Menurutnya, justru saat dipimpin Tjandra Sridjaja dana Perkumpulan berkembang.
“Selain itu, faktanya Tjandra Sridjaja sudah tak lagi mengurusi perkumpulan sejak mengajukan permohonan untuk mundur sebagai Ketua Umum di tanggal 28 Desember 2021 dan disetujui permohonan mengundurkan diri di Januari 2022,” bebernya.
Sepengetahuannya, seluruh uang hasil pengelolaan arisan telah diserah-terimakan 100% oleh Tjandra Sridjaja Pradjonggo ke Pengurus Perkumpulan. Sedang uang peserta arisan kata Bambang sudah dikembalikan 100% oleh perkumpulan dan buktinya tidak ada yang protes sama sekali.
Dia memaparkan hasil kerja Perkumpulan saat itu diserahkan seluruhnya sejumlah Rp 7 miliar lebih sebelum dipotong pajak, bukan Rp 11 miliar lebih, ngawur ini. Bambang mengatakan semua keterangannya sudah diperiksa dan bukti buktinya di Penyidik.
“Sejak awal digagas, uang arisan yang saat ini dalam pengelolaan perkumpulan ini tidak pernah diselewengkan, digelapkan,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perkumpulan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Erick Sastrodikoro menjelaskan berdasarkan hasil rapat tanggal 27 Januari 2022, menyikapi pengunduran diri Tjandra Sridjaja Pradjonggo sebagai Ketum, maka dibuatkanlah Acquit et de Charge (pemberesan, pelunasan, pembebasan).
Erick Sastrodikoro bahkan secara gamblang menyatakan sebagai penghargaan atas dedikasi dan loyalitasnya di perkumpulan serta perguruan PMK Kyokushinkai, Tjandra Sridjaja Pradjonggo menerima penghargaan sebagai ucapan terima kasih.
“Berdasarkan hasil audit yang telah dilakukan pengurus perkumpulan, pasca Tjandra Sridjaja mengundurkan diri dan menyerahkan uang arisan, tidak ada satu rupiah pun uang arisan yang dibawa atau terbawa Tjandra Sridjaja Pradjonggo,” tandasnya.
Eric menerangkan, uang arisan yang didapat dari banyak anggota PMK Kyokushinkai, sebagaimana diceritakan Bambang Haryo Soekartono, Liliana Herawati dan beberapa pengurus perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia saat ini masih dikelola perkumpulan.
Dan sebagai pengelola dana arisan lanjut Eric, uang-uang yang terkumpul itu disalurkan ke pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan, orang-orang yang sudah tidak berdaya dan membutuhkan donasi.
“Uang arisan ini kami sumbangkan ke para pelatih yang sudah tidak lagi melatih karena faktor usia. Begitu juga dengan jaminan kesehatan. Kami juga membantu masalah biaya pengobatan jika ada para pelatih sepuh yang sedang sakit maupun opname di rumah sakit,” urainya.
Apa yang sudah dilakukan perkumpulan selama ini menurut Eric sebagai bentuk pengabdian para pengurus perkumpulan untuk perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia dan tetap melestarikan Karate Kyokushinkai yang pertama kali diperkenalkan Hanshi Nardi Tjahjo Nirwanto.
“Kami para pengurus perkumpulan, tidak ingin ada masalah seperti ini, karena dapat merobek-robek keutuhan dan menimbulkan perpecahan di PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia,” harapnya.
Namun, Eric merasa terusik, karena beberapa orang diperkumpulan termasuk Tjandra Sridjaja Pradjonggo yang pernah menjabat sebagai Ketum perkumpulan namanya dibawa-bawa hingga ke jalur hukum.
Oleh karena itu kata Eric, beberapa Pengurus perkumpulan merasa perlu untuk meluruskan pemberitaan dan kabar tidak benar yang sengaja dihembuskan untuk tujuan jahat tersebut.
Eric menyatakan pihaknya memohon maaf pada Shihan Tjandra Sridjaja, karena namanya jadi terseret-seret dalam masalah ini.
“Kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga juga penghargaan pada Shihan Tjandra atas jasa beliau dalam perkumpulan,” pungkasnya. (yw)












