Monwnews.com, Malang – Kedatangan Abah Anton ke Kampoeng Djadoel di wilayah RW 02, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun mendapat sambutan hangat pada hari Minggu (18/08/2024) malam.

Selain berkumpulnya seluruh warga untuk menyambut kunjungan Abah Anton. Mantan orang nomer satu di Pemerintahan Kota Malang periode 2013 – 2018 itu, begitu memasuki wilayah RW 02, dari mulut Gang 3 sudah disambut dengan iringan musik rebana/terbangan.
Abah Anton masuk menelusuri perkampungan dari area RT ke RT, Didampingi Ketua RW 02 dan jajaran RT, serta Nurul Inaker (yang mengkoordinir persiapan kunjungan Abah Anton).
Sepanjang melangkahkan kaki blusukan kampung, semua warga RT to RT yang dilalui Abah Anton semua keluar rumah untuk menyapa ramah.

Bak menyambut seorang artis lokal yang memang masih punya daya pikat luar biasa, para warga setempat menyempatkan diri untuk berfoto selfi dengan Abah Anton.
Bahkan teriakan kecilpun keluar dari bibir warga, unkapan rasa kekaguman “He rekk… lihat Abah Anton masih gagah, nampak masih terlihat muda,” teriak beberapa warga.
Agak masuk kedalam poros kampung, Abah Anton disambut lagi dengan snare and bass drumb musikal supporter ala Aremania, dengan teriakan slogan SALAM SATU JIWA. Juga spanduk selamat datang.
Hingga masuk ke kampoeng djadoel, tarian remo yang dimainkan warga setempat turut menyambut kedatangan Abah Anton dipanggung pojok kampung. Suguhan tari Remo Jawa Timuran sesuai dengan tema kampoeng djadoel.
Sejenak Abah Anton memberikan sambutan hangat diatas panggung didampingi Ketua RW 02 dan Ketua RT 04. “Alhamdulillah malam ini sambutan warga Tanjung RW 02 begitu hangat, ramah dan luar biasa. Mudah-mudahan berkat doa panjenangan semuanya serta doa restu para ustad, para kyai dan para ulama, kegiatan kunjungan dan blusukan dari kampung ke kampung akan terus kita lakukan dan kita lanjutkan. Apalagi jika Tuhan berkenan saya Mochammad Anton berkelanjutan untuk menjadi Walikota Malang,” ujar Abah Anton yang direspon warga serempak “Walikotae Abah Anton ae….., hidup Abah…!, Alloh Huakbar…!!,”
Setelah itu Anton seperti biasa, kembali berjalan dengan hati dan ringan tangannya, menghampiri beberapa warga yang berjualan dan membeli dagangannya.
Ada beberapa penjual pelaku UKM yang dagangannya dibeli oleh Abah Anton, biasa berbagi rejeki dan tak pernah meminta kembaliannya, diborong Abah Anton istilahnya.
Sempat rehat dan transit di area njagong. Sekitar lima awak media menyempatkan wawancara dengan Anton di lokasi.
“Sangat menyenangkan malam ini. Ternyata makin berkembang perkampungan di Kota Malang, khusus pada kampung-kampung tematik wajib kita apresiasi, sebagaimana dimasa saat saya masih menjabat Walikota. Kampung tematik adalah pemantik tumbuh kembangnya perekonomian daerah,” ujar Abah Anton.
“Yah seperti malam ini kita bisa njagong ngopi dan menikmati sajian polopendem bersama masyarakat sambil saling melepaskan rasa kangen, sampeyan melihat sendiri dan membuktikan, bahwa Anton dan Warga, serta Warga dan Anton satu rasa kangen yang sama,” ungkap Abah Anton diiringi senyum khasnya.
Setelah itu lanjut lagi melangkahkan kaki diiringi para warga, Abah Anton diarahkan Ketua RW 02 ke lapangan mini, untuk melihat layar tancap yang memutar film perjuangan jadoel serta melihat aneka permainan yang unik – unik di area RT 05.
Saat memasuki area RT 06, Abah Anton dari muda-mudi tak urung juga mendapat sambutan musik dengan lagu bernuansa religi, semua wargapun ikut berjoget mengajak Anton bersama hentakan musik dangdut koplo, dengan lirik lagu dukungan kepada majunya Anton untuk Walikota Malang.
Blusukanpun dilanjut ke area RT 07 dan 08 diarahkan untuk menengok Pos Pemenangan Abah Anton. Saling berangkulan Abah Anton dengan beberapa ulama dan ustad, hingga berfoto bersama dengan latar belakang Poster Abah Anton.
Sebagai lokasi titik akhir, Abah Anton pun masuk ke dalam Gedung Serba Guna Balai RW 02. Duduk berbincang dengan warga setempat, sambil melepas rasa penat sebab telah blusukan road RT to RT dari 01 – 08.
“Semoga Abah Anton dimudahkan prosesnya, Tuhan meridhoi warga masyarakat RW 02 mendukung dan menanti Abah Anton kembali terpilih menjadi Walikota Malang pada Pilkada tahun ini,” ucap Ketua RW 02,Sumadji AK yang direspon Aamiin…!! oleh warga.
Dalam perbicangan terakhir di dalam Balai RW, Abah Anton sedikit bercerita, jika sesungguhnya wilayah Tanjung RW 02 adalah wilayah yang memiliki kenangan, karena ada story dan historisnya.
“Tanjung di wilayah ini adalah kampung keluarga bagi saya, karena saya dulu sering bermain kesini ke rumah Almarhum Abah Solikin. Ulama lokal yang baik, bahkan dari beliaunya lah saya dulu dibisiki, jika sayalah yang bakal jadi Walikota, saat itu saya anggap guyonan. Ternyata bisikan beliau benar dan terbukti saat itu benar-benar saya jadi Walikota Malang periode 2013-2018,” cerita Anton.
Dan histori disaat masa kepemimpinannya, diarea RW 02 pernah terjadi peristiwa kebakaran rumah hingga ludes tanpa sisa, kecuali tembok derita.
Mendengar laporan peristiwa tersebut. Abah Anton dengan respon cepat, langsung menurunkan stafnya untuk melihat dan menghitung biaya perbaikan, tidak menunggu lama Abah Antonpun langsung mengeluarkan anggaran 97 juta rupiah dari kocek/kantong pribadinya untuk secepatnya dibangun dan diperbaiki, mengingat penghuninya lansia yang butuh kembali bertempat tinggal.
Dan kini rumah yang dilihat Abah Anton malam itupun sudah terbangun kembali, perbaikan dan pembangunan rumah korban tanpa menggunakan APBD, yang cukup layak ditempati kembali.
Kunjungan Anton berakhir pada 22.46 wib .
Terhitung waktu sekitar hampir dua jam Abah Anton blusukan dan kunjungan ke Warga masyarakat di RW 02, memenuhi undangan warga yang dikoordinir oleh Nurul Inaker. (galih)












