Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Ada Apa?

Monwnews.com, Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) memanas di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (23/2/2026).

https://www.instagram.com/ditakencana/
https://www.instagram.com/ditakencana/

Demonstrasi yang dimulai sejak pukul 15.00 Wita itu sempat diwarnai dorong-dorongan dengan aparat keamanan sebelum akhirnya Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, turun langsung menemui massa.

Ketegangan pecah saat mahasiswa mencoba merangsek mendekati pintu utama kantor gubernur. Aparat menghadang, adu mulut tak terhindarkan.

Situasi baru mereda setelah negosiasi dilakukan dan perwakilan mahasiswa diterima untuk dialog terbuka.

Dalam aksinya, sebagaimana dilansir dari video yang diunggah akun IG Infobenua22, mahasiswa membacakan Pakta Integritas berisi tujuh tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sorotan utama mereka adalah Program Gratispol yang dinilai tidak berjalan sesuai klaim pemerintah.

Koordinator lapangan GERAM, Angga, menyebut narasi besar soal pendidikan gratis tidak sejalan dengan realita di kampus.

“Pemprov bicara besar di media. Tapi di lapangan sangat minim. Ini yang kami protes,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di Universitas Mulawarman (Unmul). Menurutnya, banyak mahasiswa telah mendaftar sebagai penerima Gratispol, namun nama mereka tidak masuk dalam daftar.

“Katanya untuk seluruh mahasiswa, tapi ada persyaratan dan tidak semua terakomodir. Jadi gratis dari mananya?” katanya lantang.

Mahasiswa juga menyoroti perbedaan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) antar kampus. Di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag), misalnya, UKT disebut bisa mencapai sekitar Rp5 juta per semester.

Selain evaluasi Gratispol, mahasiswa menuntut tindak lanjut atas kerusakan ekologis di Kaltim, pemerataan pembangunan infrastruktur, penghentian praktik politik dinasti, perlindungan hak buruh dan masyarakat adat, jaminan kebebasan berekspresi, hingga transparansi APBD.

Beberapa saat setelah aksi memuncak, Rudy Mas’ud muncul di hadapan massa. Dengan pengawalan ketat, ia berjalan mendekat dan memilih duduk bersama mahasiswa di pelataran kantor gubernur.

“Pemerintah tidak anti kritik. Aspirasi adik-adik mahasiswa akan kami jadikan bahan evaluasi,” ujar Rudy di hadapan peserta aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *