Monwnews.com, Malang – Perasaan ketar-ketir dan cemas menyelimuti para PKL kawasan Tidar area Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (14/06/2023)
Perasaan was-was mereka itu dirasakan sejak pagi hari. Mereka berkumpul dilokasi dengan suasana hati dan pikiran galau dengan wajah-wajah nampak lesu seduh sedan.
Pasalnya kecemasan dan kekwatiran mereka terkait layangan surat peringatan yang dikirim oleh pihak Dirjen Sumber Daya Air-Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Provinsi Jatim per tanggal 19 Mei 2023, perihal Peringatan ke III yang ditujukan kepada seluruh pemilik dan atau penghuni lapak di Sempadan Afvour Tidar.
Menindaklanjuti surat teguran ber Nomer : PW0301/Am/573 tanggal 27 April 2023 yang isinya adalah untuk membongkar sendiri atau jika tidak dilaksanakan, maka akan dilakukan proses pembongkaran yang rencananya akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 14 Juni 2023
Kabar kepastian tidak terjadi proses pelaksanaan pembongkaran tersebut. Setelah beberapa insan pers duduk bersama para penghuni lapak setempat dilokasi.
Dan telah melakukan croscek atau konfirmasi kepada pihak Pemkot Malang, dalam hal ini adalah Satpol PP Kota Malang.
Konfirmasi melalui selluler yang dilakukan oleh rekan-rekan insan pers mendapat jawaban tegas dari Kepala Satuan Polisi Pamong Pradja/Kasatpol PP Kota Malang, Heru Mulyono. Bahwa untuk proses pembongkaran bukan menjadi kewenangan institusinya.
Maka sedikit cerah dan bercampur senang hati dan pikiran para penghuni lapak setempat, meski rada-rada bercampur sedikit rasa kwatir akan adanya tindakan diluar dugaan mereka nantinya.
“Alhamdulillah, suara dan aspirasi kami kemaren ditanggapi oleh para anggota dewan dari Komisi C saat melakukan hearing.” Ujar salah satu penghuni lapak yang enggan ditulis namanya
“Terimakasih juga, kawan-kawan media juga punya hati, ikut merasakan kesedihan batin kami, warga wong cilik sekaligus turut mengawal suara dan harapan kami”.
“Alhamdulillah kami semua yang ada disini, bersyukur bahwa hari ini tidak terjadi pembongkaran. Sehingga kami bisa melanjutkan aktifitas untuk isi perut dan kebutuhan ekonomi keluarga kami. Allah Maha Bijaksana, melalui perantara-perantaranya. Aamiin.” Ungkap penghuni lapak dihadapan puluhan insan pers dan anggota perwakilan BEM dari beberapa Kampus di Kota Malang yang berada dilokasi.
(galih)












