Daerah  

Pemprov Jatim Dukung Upaya Bangun Ketahanan Ektremisme dengan Pemberdayaan Ekonomi

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan dukungan Pemprov Jatim dalam upaya BNPT dalam membangun ketahanan Ektrimisme yang selaras dengan pemberdayaan ekonomi

“Memberdayakan masyarakat untuk memvangun ketahanan terhadap ekstremisme, salah satunya dapat selaras dengan memberdayakan ekonomi rakyat,” ungkap Emil saat menerima Tim BNPT Bp. Andy M Taufik selakuTenaga Ahli Penyusun Konsep Bidang Investasi BNPT di Grahadi pada Senin (28/5).

Emil menyebutkan ada beberapa komoditas yang bisa dimaksimalkan. “Ada beberapa komoditas yang potensial salah satunya yakni rumput laut utamanya untuk daerah-daerah pesisir,” sebut Emil.

Lebih lanjut, Suami Arumi Bachsin tersebut menyampaikan pertemuan hari ini untuk memetakan lebih lanjut dan sinergi apa yang dapat dilakukan.

“Hari ini kita secara bersama memetakan potensi apa saja yang dapat disinergikan, baik melalui wilayah pesisir maupun titik strategis seperti pesantren,” pungkasnya.

Emil yang pernah berada pada pengurus cabang istimewan NU Nihon Jepang ini, menjelaskan pesantren sebagai benteng dari pengaruh-pengaruh luar

“Iya pesantren itu sebagai benteng dari pengaruh-pengaruh luar, semakin kuat pesantren dimasyarakat, maka masyarakat juga otomatis terbentengi dari informasi yang tanpa batas,” jelas Emil.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BNPT ada lima daerah di Jawa Timur yang kan dijadikan sebagai lokasi project yakni Kota Surabaya, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Malang

Disisi lain, Andy M Taufik selaku Tenaga Ahli Penyusun Konsep Bidang Investasi BNPT menjelaskan BNPT melalui program Deradikalisasi harapannya mampu mendorong kesejahterahan

“Program ini untuk para napi terorisme, keluarga dan masyarakat yang sudah terpengaruh, kita mencari penyebabnya ternyata salah satu alasanya adalah kesejahterahan. Oleh karena itu BNPT membentuk Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) dengan melibatkan Pemerintah, media, akademisi, masyarakat dan mitra usaha,” jelas Andy.

Lebih lanjut Andy menambahkan peran mitra usaha ini vital untuk mendorong keberlangsungan pemberdayaan ekonomi ini.

“Peran mitra usaha ini vital jika hanya mengandalkan pemerintah saja tentu belum tentu maksimal, sehingga mitra usaha ini mendukung pelaksanaan pemberdayaan ekonomi ini,” pungkas Andy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *