Menata Negeri Surgawi itu harus dengan Tatanan Langit

Oplus_131072

Oleh: Arief Sutasoma

===============================

BANGSA INDONESIA itu dibentuk oleh para bangsawan melalui peristiwa sumpah pemuda.

Diawali dengan tumbuhnya kesadaran dari para raja se-Nusantara untuk mempersiapkan penyerahan kedaulatan kepada rakyat.

17 agustus 1945 berdirilah Negara Republik Indonesia, negera berbentuk republik artinya kedaulatan ditangan rakyat.

Tuhan berkehendak, manusia itu hidupnya makmur… makanya diperintahkan kepada manusia untuk membangun kemakmuran di muka bumi dengan senantiasa menjaga keseimbangan alamnya, bukan membangun kerusakan, baik secara fisik maupun berbuat kerusakan melalui sistem.

Dari sisi manusia, tidak ada satupun manusia yang berkeinginan hidupnya miskin. Jadi kesejahteraan itu merupakan hak mendasar setiap manusia.

Nah…untuk mewujudkan Kehendak Tuhan dan keinginan manusia itu diperlukan suatu sistem untuk menjembatani keduanya.

Sistem yang berdasarkan kepada Kehendak Tuhan atau berdasarkan kepada Hukum Tuhan.

Sayangnya… manusia banyak yang salah menterjemahkan perintah dari Kehendak Tuhan ini, sehingga melupakan amanat dan perintah untuk membangun kemakmuran di muka bumi.

Negara merupakan wadah untuk menjalankan perintah membangun kemakmuran tersebut.

Jadi sebenarnya Pancasila itu sudah sangat tepat untuk membangun kemakmuran dalam wujud keadilan sosial, karena Pancasila berakar dari tatanan kadewatan.

Tatanan kadewatan itu merupakan alam pertama yang menjalankan Hukum Tuhan, baru setelah itu diterapkan di tatanan arcapadha.

Bukankah kehidupan langit itu lebih dulu daripada kehidupan bumi ?

Menata bumi surgawi (amartha) ini memang harus menggunakan tatanan langit, melalui wahyu ilahi, bukan oleh tatanan yang dibuat oleh pikiran yang berdasarkan kepada keinginan manusia. Lain dengan menata belahan bumi lainnya.

Dengan kata lain, menata bumi surgawi itu harus dengan melalui wahyu ilahi yang diturunkan kepada pemimpin yang mendapat _wahyu cakraningrat_, yaitu anugerah kebijaksanaan dan kecerdasan spiritual yang diperoleh pemimpin untuk memimpin rakyat sejara bijak dan selaras, serta mampu mendengar suara rakyat dan mengayomi rakyatnya.

Pancasila merupakan satu-satunya ideologi yang berdasarkan tatanan langit, berdasarkan Hukum Tuhan… bukan berdasarkan hasil olah pikir manusia.

Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.

Tuhan itu banyak sebutannya, tapi hanya satu adanya, tidak ada kebenaran yang mendua, hanya Tuhanlah yang Maha Benar. Tuhan merupakan kebenaran mutlak dan hukum Tuhan merupakan kebenaran universal.

Jadi menata Indonesia itu harus dengan budaya Nusantara sebagai identitas yang otentik, bukan dengan paham dari luar yang merupakan hasil olah pikir manusia.

Sayangnya manusia Indonesia saat ini tidak pernah memahami nilai-nilai adi kodrati yang merupakan identitas otentik bangsa Indonesia ini, sehingga pada akhirnya tidak mampu menata negeri surgawi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *