Daerah  

Makin Banyak Minat Pengunjung di Hari ke-3, Event Malang Djadoel Tampilkan Parade Jaranan 10 Grup

Monwnews.com, Malang – Event Malang Djadoel boleh dibilang amat dirindukan oleh warga Kota Malang dan sekitarnya.Ini dibuktikan dengan kehadiran pengunjung di lokasi acara yang digelar di Taman Krida Budaya Jalan Sukarno – Hatta, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Bukan saja di hari ke tiganya, di pembukaan event hari Senin dan hari Selasa kemarin juga dipadati warga, hingga area parkir baik untuk R2 maupun R4 sudah padat, sehingga pengunjung yang membawa kendaraan parkir diruko-ruko sisi kiri kanan Taman Krida.

Pengunjung Rabu ini (02/07/2025) disuguhkan sajian hiburan parade kesenian jaranan (kuda lumping) 10 group.

Hiburan parade jaranan 10 grup itu merupakan dukungan nyata, support dari Abah Boy Kancil, tokoh budaya Malang Raya yang memang konsern dan peduli budaya.

Abah Kancil cukup dikenal di Malang Raya, dan kehadirannya di lokasi acara juga mendapat sambutan hangat para seniman dan para pecinta budaya keris dan antikan yang ikut memamerkan barang-barang antiknya.

Kedatanganya selain memang untuk melihat langsung suasana Malang Djadoel 2, juga mendampingi 10 grup jaranan yang berasal dari 10 desa, kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

“Alhamdulillah, pengunjungnya rame, parkir saja sampek bingung cari tempat. Malang DJadoel 2 luar biasa direspon masyarakat. Mereka jelas-jelas butuh hiburan yang merakyat,” ujar Abah Kancil sembari duduk menikmati stan antik di Thitek Tenger, didampingi Ketua Forum Malang Jurnalis Ma-Ju.

“Kegiatan hiburan rakyat seperti ini harus didukung semua pihak. Pinaringane Gusti Kang Moho Agung, 10 grup seni jaranan yang disuguhkan itu meliputi sepuluh desa dari Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diantaranya dari Desa Sekarpuro, Ampeldento, Asrikaton, Tirtomoyo, Mangliawan, Pakisjajar, Mbugis, Ampeldento,” terang Abah Kancil.

Dia juga menyampaikan, bahwa hiburan edukatif ini perlu dijadikan agenda tahunan, apalagi ini swadaya dan mandiri Menterjemahkan suara Bung Karno dengan Berdiri diatas kaki sendiri, “Itulah ruhnya marhein,” tambahnya.

Terakhir, Abah Kancil menitipkan aspirasinya selaku warga Malang kepada awak media yang tergabung di Forum Malang Jurnalis Ma-Ju.

“Kegiatan hiburan yang bernilai budaya dan seni serta edukatif harus didukung nyata. Apalagi Malang sebagai Kota Pendidikan. Kepada anggota legislatif dan Pemerintah Provinsi Jatim, bahwa untuk Kota Malang, seperti di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Sukun perlunya ditambah gedung SMAN,” tandas Abah Kancil. (Galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *