Monwnews.com, Mojokerto – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menginisiasi program inovasi pangan berbasis potensi lokal di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada senin, (12/01/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengolah jagung lokal menjadi produk bernilai ekonomi seperti nugget jagung, sirup jagung, dan tepung maizena.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok R-10 Subkelompok 9 menjalankan program tersebut selama Januari 2026 dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mays Amelia, S.H., M.H. Mereka merancang kegiatan ini sebagai respons atas melimpahnya hasil panen jagung yang selama ini hanya dijual mentah kepada tengkulak dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.
Selama ini, warga Desa Mojokembang belum mengoptimalkan potensi jagung karena keterbatasan pengetahuan pengolahan pangan. Oleh karena itu, mahasiswa UNTAG Surabaya olah jagung melalui pelatihan praktis bersama ibu-ibu PKK menggunakan peralatan rumah tangga sederhana. Mahasiswa memilih tiga produk unggulan karena prosesnya mudah, bahan bakunya tersedia, dan peluang pasarnya luas.
Selain memberikan keterampilan teknis, mahasiswa juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Mereka mengajak warga melihat jagung sebagai bahan baku usaha bernilai tinggi, bukan sekadar komoditas mentah. Dengan pendekatan ini, mahasiswa berharap ibu-ibu PKK mampu mengembangkan usaha rumahan berbasis olahan jagung.
Selanjutnya, program ini membuka peluang lahirnya UMKM desa yang mandiri dan berkelanjutan. Mahasiswa menilai inovasi sederhana dapat menciptakan sumber pendapatan baru jika disertai pendampingan yang tepat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Empowering Community” Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya semester gasal 2025/2026. Melalui program tersebut, mahasiswa berkontribusi dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan meningkatkan kemandirian ekonomi desa melalui inovasi produk lokal.












