Kawasan Candi Prambanan Mendesak Dipugar

Monwnews.com, Lambatnya proses pemugasan cagar budaya di kawasan Candi Prambanan menjadi fakta yang mengejutkan. Padahal, di dalam kawasan tersebut, terdapat sekitar 200 candi kecil (perwara) yang membutuhkan pemugaran sesegera mungkin.

https://www.instagram.com/ditakencana/
https://www.instagram.com/ditakencana/

Menurut ​Ketua Panja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati menjelaskan, biaya rekonstruksi satu candi kecil membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar. Jika proses pemugaran berjalan dengan ritme saat ini yaitu satu candi per tahun, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan seluruh kompleks Prambanan.

Karena itu, Komisi X mengusulkan adanya terobosan berupa penggelontoran dana percepatan hingga puluhan miliar hingga Rp1 triliun demi menyelamatkan sejarah besar bangsa.

​”Mungkin saja kita gelontorkan dengan sebuah percepatan, misalnya kita keluarkan anggaran signifikan dulu. Orang mungkin bertanya masa anggaran besar hanya untuk candi, tapi ini adalah sejarah besar berdirinya republik ini, tonggak perjalanan bangsa yang juga destinasi wisata internasional,” ujar MY Esti saat melakukan Kunjungan Spesifik Komisi X di Komplek Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

​Selain kendala finansial, kendala yang dihadapi di lapangan adalah hilangnya regenerasi tenaga ahli pemugar yang menguasai “ilmu titen”—sebuah keahlian otodidak berbasis pengalaman mendalam untuk mengidentifikasi susunan batu candi secara presisi.

Wakil rakyat dari Dapil DIY ini pun mendesak pemerintah untuk mengubah sistem perekrutan agar para praktisi lokal yang memiliki kemampuan langka ini dapat kembali dilibatkan secara formal tanpa terbentur birokrasi yang kaku.

“Tidak ada regenerasi lagi, karena tidak ada perekrutan kalau perekrutannya dibuat sistem seperti dulu lagi. Hal ini memungkinkan untuk bisa menarik mereka yang selama ini sudah ikut ambil bagian dengan ilmu titennya. Dengan pengalamannya, itu akan membantu pengerjaan lebih cepat di dalam proses penyusunan kembali candi,” urai Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

​Di sisi lain, Komisi X juga menyoroti mahalnya tiket masuk ke kawasan Candi Prambanan bagi pelajar domestik. Komisi X meminta pihak pengelola, PT Taman Wisata Candi (TWC) untuk memformulasikan skema tarif khusus yang murah bagi anak-anak sekolah.

​”Harapannya pengelola bisa memberikan kemudahan bagi anak anak pelajar domestik kita untuk mengetahui sejarah. Jadi mereka tidak sekadar melihat batu, tetapi memahami proses filosofi dan kesejarahannya mengapa ini harus dipertahankan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *