Monwnews.com, Kupang – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi beruntun pada Rabu (22/3/2023).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan ada empat kali erupsi yang terjadi sepanjang Rabu ini.
Dalam keterangan tertulis sampai pada redaksi Monitor Network, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.17 WITA disusul erupsi kedua pada pukul 16.23 WITA dan erupsi ketiga 16.50 WITA dan keempat pada pukul 20.16 WITA.
Pada erupsi yang ke empat, PVMBG melaporkan tinggi kolom letusan lebih kurang 500 meter dn masuk pada aktivitas level II.
“Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 1923 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33.3 mm dan durasi 42 detik” lapor PVMBG
Pada tingkat aktivitas Level II (Waspada) tersebut PVMBG merekomendasikan:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(3) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (tim)












