Monwnews.com, Malang – Aksi pernyataan sikap di Bundaran Tugu Kota Malang, terkait situasi dan gejolak politik di dalam negeri yang jadi polemik semua lini publik, Senin (05/02/2024).
Aksi yang tergabung dalam Seruan Luhur Akademisi dan Masyarakat Sipil Malang Raya Untuk Reformasi Jilid 2 bertajuk Indonesia Krisis Kepemimpinan Dan Keteladanan Bangsa
Seruan Luhur tersebut ditandatangani oleh sekitar 86 Akademisi, Mahasiswa, Aktivis serta Masyarakat Sipil Malang Raya
Aksi tersebut dipimpin oleh Dr. Purnawan D Negara, S.H, M.H selaku Korlap dengan membacakan 6 poin Seruan Luhur, yakni meliputi ;
1. Mendesak pemimpin negara, pemimpin bangsa dan pemimpin masyarakat untuk memberikan keteladanan etika/moral dan praktik kenegarawanan dalam kehidupan berbangsa bernegara.
2. Menurut para pemimpin partai politik, para Capres Cawapres, para calon legislatif untuk berpolitik secara santun mengedepankan etika dan budaya malu.
3. Menuntut presiden beserta semua aparatur pemerintah untuk berhenti menyalahgunakan kekuasaan dengan tidak mengerahkan dan tidak memanfaatkan sumber daya negara untuk kepentingan politik praktis.
4. Menyerukan DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk tidak diam membisu, agar selalu aktif mengoreksi sebagai fungsi jalannya demokrasi dan justru tidak menyanderanya untuk kepentingan partainya, golongannya atau pribadinya.
5. Mengajak masyarakat Indonesia untuk terlibat Pemilu yang Jurdil dan berani mengawasinya guna memperoleh pemerintahan dengan legitimasi kuat berbasis penghormatan suara rakyat.
6. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mempertahankan dan mencari sisa-sisa nilai etika kehidupan berbangsa pada diri kita masing-masing yang kita punya, hal ini guna kemartabatan bangsa Indonesia ditengah rendahnya martabat dan keteladanan para pemimpin negara, pemimpin bangsa dan pemimpin masyarakat. (galih)













