Demokrasi diatas Kesantunan dan Beradab

Ketua DPD PorGan Jateng dan pengurus berpose bersama Ganjar Pranowo.

Oleh : Sutaryono
Ketua DPD POROS GANJARAN
Propinsi Jawa Tengah

================================

DIPERHELATAN jagad perpolitikan menjelang pilpres Februari 2024 menjadi miris namun itulah realita politik bangsa ini, maka hadapi saja serta tidak usah heboh dan lebay apalagi cengeng.


Mereka penyembah kekuasaan semata namun tidak dapat melampaui kekuasaan yang hakiki yaitu Tuhan Semesta Alam serta juga belum tentu memenangkan diperadilan politik 14 Feb 2024 besok.

Parpol pengusung GANJAR MAHFUD yaitu PDIP dan parpol lainnya yang terkepung kepung berusaha dipasung, ditusuk dari belakang, depan atas , bawah, kiri , kanan tapi Rakyat Akar Rumput sudah lama cerdas dan tetap masih bebas memilih dan teriakan nurani itu jauh lebih kencang mengguncang hak pilih dialam perpolitikan ini dan selamanya akan berpihak kepada kejujuran, kebenaran, daripada cuap-cuap di media hanya menghabiskan energi.

Jangan terpancing strategi Bandung lautan api mereka (gaya pasukan yang akan mengalami kalah perang), maka tetap gunakan rasio dan akal sehat kita dan serta tidak mungkin menanglah mereka dikarenakan caranya saja sudah kalah, cacat etika dan jauh dari keadaban, kejujuran, kearifan dan sangat tidak terhormat.

Tetaplah santun meski hati panas karena kita sedang mencari simpati dan dukungan Rakyat bawah atau akar rumput itu.

Ada kalanya kita kalah dalam pertempuran ketegaan tapi yang terpenting kita harus menang di peperangan 14 Feb 2024.

Justru tunjukkan keoptimisan semangat menang menang menang dipalagan pilpres Pebruari 2024 mendatang, kami kasihan pada mereka yang mukanya, mulutnya, hati dan fikirannya tidak lurus hanya penyembah nafsu kekuasaan semata.

_Becik ketitik olo ketoro rupamu….heem._

Mari mari mari tetap optimis ciptakan politik santun, tidak caci maki, sesantuy saja dan menyenangkan turun di komunitas bawah, door to door yang padat hak pilihnya sambil melakukan cacah jiwa, melakukan penyadaran, pencerahan pendidikan politik dan sekaligus mikrotargeting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *